Gatanews,id|Lombok Barat – Perjalanan pulang sekolah seorang pelajar di Lombok Barat, berujung insiden dugaan penganiayaan. Korban sebut saja namanya si-Jangkung (18) mengaku dihadang sekelompok pelajar, lalu dipukul di bagian belakang kepala hingga merasa pusing. Kasus tersebut kini diselesaikan melalui mediasi di Polsek Lingsar.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (22/10/2026) sekitar pukul 14.00 Wita di Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Berdasarkan kronologi laporan, si-Jangkung sedang mengendarai sepeda motor sepulang sekolah ketika dihadang dua pelajar lainnya. Salah seorang di antaranya diduga melayangkan satu pukulan tangan ke bagian belakang kepala korban.
Kapolsek Lingsar Iptu Ida Ayu Ratih Tirta Dewi, S.H. yang dikonfirmasi media menjelaskan, pihaknya memfasilitasi penyelesaian persoalan tersebut melalui mediasi dengan melibatkan Bhabinkamtibmas, perangkat desa, serta keluarga kedua belah pihak.
“Kami mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan melalui mediasi, dengan mempertemukan kedua belah pihak bersama keluarga dan unsur terkait,” ujarnya.
Perwira pertama (Pama) Polri sapaan Iptu Dayu itu menyebutkan, mediasi berlangsung di Bale Mediasi Hasta Dharana Polsek Lingsar, Sabtu (24/10/2026) pukul 08.30 Wita, yang fasilitasi Bhabinkamtibmas Aiptu I Ketut Kertayasa bersama Kanit Reskrim Polsek Lingsar, disaksikan perwakilan pemerintah desa, para kepala dusun, Babinsa, serta ketua RT.
Dalam kesepakatan tertulis, pihak pertama mengakui kesalahan dan menyampaikan permintaan maaf, dan pihak kedua menerima permintaan tersebut, dimana pihak pertama berjanji tidak mengulangi perbuatannya. Kedua belah pihak juga menyatakan sepakat mengakhiri perselisihan secara kekeluargaan tanpa paksaan dari pihak mana pun.
Iptu Dayu mengingatkan para pelajar agar tidak menyelesaikan persoalan dengan kekerasan. Menurutnya, tindakan yang dipicu emosi sesaat dapat menimbulkan dampak serius, baik bagi korban maupun pelaku.
“Kami mengimbau para pelajar agar mengedepankan komunikasi, menghormati sesama, dan tidak mudah terpancing emosi. Jika ada persoalan, bicarakan baik-baik dengan bantuan orang tua, guru, atau pihak berwenang,” tegasnya.
Kapolsek Lingsar juga mengajak orang tua dan masyarakat untuk bersama-sama mengawasi pergaulan anak, serta segera berkoordinasi dengan pihak terkait jika muncul perselisihan.
“Peran keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat penting untuk mencegah kekerasan di kalangan pelajar, agar situasi keamanan dan ketertiban tetap terjaga,” tutupnya.(djr)












