Gatanews.id || Lombok Timur – Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menyampaikan pandangannya mengenai strategi memajukan pendidikan di masa depan serta pentingnya kesiapan masyarakat menghadapi perubahan tahun baru Islam dari 1447 Hijriah menuju 1448 Hijriah. Hal itu disampaikan saat menghadiri acara Silaturahim dan Tasyakuran Penamatan Siswa -Siswi TK Nurul Iman Otak Kebon Tengah desa Beriri Jarak, Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur pada Senin (22/6/2026).
Dalam kesempatan itu bupati warisin menjelaskan bahwa tradisi merayakan 1 Muharram yang digelar oleh Pemkab dan masyarakat Lombok Timur merupakan upaya untuk membudayakan serta mengangkat semangat tahun baru Islam.
Menurutnya, masyarakat perlu menyadari bahwa tahun baru sebenarnya bagi umat Muslim adalah 1 Muharram, bukan 1 Januari. Oleh karena itu, nilai-nilai religius telah disematkan sebagai fondasi utama pergerakan.
Aspek keagamaan tersebut dinilai sangat selaras dengan realitas Kabupaten Lombok Timur yang dikenal memiliki jumlah masjid terbanyak, arsitektur masjid yang indah, serta diberkahi oleh keberadaan banyak Tuan Guru.
Ia mengakui penyelenggaraan Festival Muharram menghabiskan anggaran yang tidak sedikit.
Namun patut disyukuri atas berkah Allah SWT, daerah selalu diberikan jalan keluar dari berbagai tantangan pembangunan. Melalui momentum pergantian tahun hijriah ini, Bupati berharap Kabupaten Lombok Timur dapat terus berubah ke arah yang jauh lebih baik.
Salah satu yang patut dicatat adalah keberhasilan Lombok Timur memperjuangkan posisi ke-8 kabupaten/kota yang akan menerima bantuan pengolahan sampah senilai Rp150 miliar dari Bank Dunia.
Hal ini penting mengingat sampah masih menjadi salah satu tantangan pembangunan di daerah ini.
Bertepatan dengan bulan Muharram ini pula Pemda telah menetapkan desain gambar untuk pembangunan Gedung Serbaguna senilai Rp 32 miliar. Pengerjaan fisik gedung tersebut dan penataan Taman Rinjani dipastikan akan mulai berjalan pada bulan depan.
Rangkaian acara yang turut dihadiri tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat tersebut diakhiri dengan prosesi penyematan tanda kelulusan secara simbolis oleh Bupati kepada perwakilan anak-anak TK Nurul Iman.












