Gatanews.id|Lombok Barat – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Model Lombok Barat, Sabtu (18/7/2026), menggelar Rapat Serah Terima Siswa Baru Tahun Pelajaran 2026/2027, di Mushalla MTsN 1 Model Lombok Barat, Jalan TGH Abdul Hafidz, Kuripan. Sebanyak 274 siswa baru resmi diserahkan para wali sswa kepada pihak madrasah, sebagai langkah awal memasuki masa pendidikan selama tiga tahun, usai para siswa baru mengikuti Masa Ta’arruf Madrasah (MATAMUDA).
Kepala MTs Negeri 1 Lombok Barat Haeril Anwar, S.Pd.I. menyampaikan, prosesi serah terima menjadi simbol kepercayaan para orang tua kepada madrasah, untuk mendampingi putra-putri mereka hingga lulus jenjang MTs.
“Atas nama MTsN 1 Lombok Barat, kami menerima anak-anak bapak dan ibu siswa baru tahun pelajaran 2026/2027 sebanyak 274 orang, untuk kami didik selama tiga tahun agar menjadi anak-anak yang berakhlak mulia. Insya Allah, setelah mereka lulus kelas sembilan nanti akan kami serahkan kembali kepada bapak dan ibu,” ungkap Haeril.
Haeril menuturkan, seluruh guru siap menjalankan amanah pendidikan sebaik mungkin. Kegiatan serah terima sekaligus menjadi titik awal menyamakan visi antara madrasah dan keluarga, demi mendukung perkembangan peserta didik sejak hari pertama belajar.
“Mudah-mudahan kami selaku pendidik bisa menjalankan amanah dari bapak dan ibu dengan sebaik-baiknya. Tujuan kegiatan serah terima hari ini untuk menyatukan visi dan misi kita dalam mendidik anak-anak,” katanya.
Haeril, alumni Pondok Pesantren Al-Amin Bangkalan, Madura, menegaskan jika pembentukan karakter menempati posisi paling penting di lingkungan madrasah. Prestasi akademik tetap mendapat perhatian, namun akhlak menjadi fondasi utama selama proses pendidikan.
“Yang perlu kami tekankan di MTsN 1 Lombok Barat, bukannya anaknya pintar dan bukan anaknya pejabat, yang paling utama adalah akhlak, karena akhir-akhir ini masalah akhlak sangat kurang pada anak-anak kita. Benar apa yang disampaikan para ulama bahwa akhlak lebih tinggi derajatnya daripada ilmu. Sebodoh-bodohnya anak kita, sekurang-kurangnya anak kita kalau akhlaknya baik, insya Allah ilmu itu akan datang dengan sendirinya kelak,” tegasnya.
Ia juga memastikan penilaian madrasah tidak hanya bertumpu pada angka rapor maupun peringkat. Sikap dan perilaku sehari-hari ikut menjadi perhatian selama siswa menempuh pendidikan.
“Kami di MTsN 1 Lombok Barat tidak semata-mata melihat nilai atau peringkat. Walaupun nilainya tinggi, kalau akhlaknya kurang baik maka itu akan menjadi pertimbangan dalam kenaikan kelas dan kelulusan nantinya,” jelas Haeril.
Sebagai penguatan pendidikan karakter, MTsN 1 Model Lombok Barat mulai memasukkan kajian kitab kuning, seperti Akhlaqul Banin dan Mabâdi’ul Fiqh. Program ini diharapkan mampu membangun fondasi akhlak serta pemahaman ibadah sejak dini. Madrasah juga terus memperkuat pencegahan perundungan melalui komunikasi intensif bersama wali siswa, guna mencari solusi terbaik bagi perkembangan peserta didik.
Sementara itu, Ketua Komite MTsN 1 Model Lombok Barat H. Salman Alfarizi menyampaikan, para wali siswa menitipkan sepenuh hati 274 peserta didik kepada pihak madrasah. Sinergi antara keluarga dan sekolah dinilai menjadi kunci melahirkan generasi berkarakter.
“Kami mewakili seluruh wali murid menyerahkan 274 siswa-siswi baru kepada MTsN 1 Model Lombok Barat, untuk dididik menjadi generasi yang berakhlakul karimah, tafaqquh fiddin, serta berguna bagi agama, nusa, dan bangsa,” ujar mantan Kepala Desa Kuripan itu.
Pada akhir kegiatan, seluruh wali siswa menandatangani surat pernyataan penyerahan peserta didik. Ketua Komite bersama Kepala MTsN 1 Model Lombok Barat juga menandatangani berita acara serah terima. Rangkaian acara berlanjut dengan sosialisasi program dan tata tertib madrasah, diskusi dan sesi tanya jawab antara wali siswa bersama pihak madrasah, lalu ditutup doa bersama.(djr)













