Dorong Data Akurat,BPS NTB Dan PUPR PKP Kolaborasi Lewat Program Ngibar Sensus Ekonomi 2026

Gatanews.id || Lombok Timur – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB bersama Dinas PUPR PKP NTB menggelar Sosialisasi dan Ngisi Bareng (Ngibar) kuesioner Sensus Ekonomi 2026 di Aula Kantor Dinas PUPR PKP NTB, Mataram, Jumat (22/5/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal kolaborasi BPS dan pemerintah daerah untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 dengan melibatkan mitra kerja jasa konstruksi sebagai objek pendataan. 

Kepala Dinas PUPR PKP NTB Lalu Kusuma Wijaya, S.T., M.T., mengatakan sosialisasi ini merupakan langkah awal mendukung pelaksanaan sensus. 

Dinas menghadirkan para kontraktor dan konsultan sebagai peserta agar dapat mengisi kuesioner dengan data yang akurat. 

 “Harapan kami, para mitra kerja di jasa konstruksi dapat memberikan input data serta informasi yang akurat terkait kondisi usaha mereka,” ujarnya.

Kegiatan “Ngibar” dirancang agar pelaku usaha mendapat pendampingan langsung dalam suasana komunikatif dan praktis. Peserta menerima penjelasan tujuan dan manfaat sensus, lalu mengisi data melalui tautan pendataan mulai dari identitas usaha, lokasi, aktivitas, jumlah tenaga kerja, hingga informasi penunjang lainnya. Proses ini berlangsung hingga tahap submit selesai didampingi petugas BPS.

Kepala BPS NTB Wahyudin menjelaskan Sensus Ekonomi 2026 merupakan sensus kelima yang digelar pemerintah untuk menghadirkan basis data ekonomi yang akurat dan mutakhir. 

“Data ekonomi yang lengkap akan menentukan kualitas kebijakan pembangunan ke depan. Karena itu, partisipasi pelaku usaha sangat penting agar pemerintah memiliki gambaran riil mengenai kondisi ekonomi daerah,” katanya.

Rangkaian “Ngibar” dijadwalkan berlangsung Mei hingga Agustus 2026. Setelah Dinas PUPR PKP, pengisian akan dilanjutkan bertahap ke mitra kerja lain dan OPD di lingkungan Pemprov NTB. Sektor konstruksi dinilai memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan daerah, sehingga data yang akurat dinilai penting untuk perencanaan pembangunan NTB yang inklusif dan berkelanjutan satu dekade ke depan.

“Kami percaya data yang baik lahir dari kolaborasi yang baik,” ucap Lalu Kusuma Wijaya. BPS NTB berharap pendekatan kolaboratif ini melahirkan basis data tunggal yang solid sebagai kompas utama perencanaan pembangunan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *