Gatanews.id, Mataram | Majelis Wilayah (MW) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Indonesia (KAHMI) NTB bakal menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) dan Zikir Bangsa pada Jumat (28 Juni 2023). Kegiatan akbar kali ini mengangkat tema tema “Menjaga Indonesia, Menyelamatkan Peradaban Manusia”.
Koordinator Presidium MW KAHMI NTB, HK Lalu Winengan menjelaskan, acara ini bertujuan untuk mempererat persaudaraan internal alumni HMI dan seluruh elemen anak negeri.
Selain itu kegiatan ini dalam rangka mewujudkan Indonesia sebagai negara yang maju, mandiri, berdedikasi dan setara dengan negara lainnya di dunia internasional.
“Acara ini juga sebagai ajang untuk berbagi ide dan gagasan alumni HMI seluruh Indonesia dalam merespons perkembangan dunia internasional, untuk Indonesia yang lebih baik. Baik dalam menata potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam dalam rangka mewujudkan kemandirian ekonomi menuju Indonesia Emas,” ujar Winengan saat konferensi pers di Mataram, Selasa (25/07/2023).
Selain itu, lanjut Winengan, acara ini juga bertujuan bagaimana KAHMI sebagai bagian dari mayoritas Umat Islam, turut menghadirkan yang sejuk dan ramah terhadap perbedaan.
Karena berangkat dari kesadaran bahwa perbedaan atau keragaman adalah kekuatan terbesar Bangsa Indonesia di mata dunia internasional.
“KAHMI juga akan rekomendasi kebudayaan kepada pemerintah Republik Indonesia, menyangkut sejumlah hal dalam dinamika kebangsaan dan kenegaraan mutakhir,” imbuhnya.
Acara ini pun kata pria kepala pelontos ini, terselenggara pertama kalinya se-Indonesia. Terpilihnya Provinsi NTB sebagai tuan rumah, karena selain sebagai Pulau Seribu Masjid dan daerah yang penduduknya didominasi umat Muslim.
“Yang lebih penting lagi, baru MW KAHMI NTB yang menggelar acara ini. Sehingga ini perdana dan baru pertama kali se Indonesia,” ungkapnya bangga.
Dalam acara ini lanjut Winengan, KAHMI NTB akan mengundang para pengurus MW KAHMI se-Indonesia. Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan Mahasiswa.
Hadir pula utusan MW KAHMI se-Indonesia, tiga Utusan Perwakilan KAHMI luar negeri dan utusan dari Perguruan Tinggi.
“Dari 9 presidium, baru satu yang mengonfirmasi tidak dapat hadir. Kohati Mba Cut Mutia juga hadir. Untuk Tausiah Kebangsaan akan diisi PJ Ketua MUI Pusat Dr. KH Marsudi Su’ud, sekaligus memimpin solawat Nabi Muhammad SAW,” bebernya.
Sedangkan untuk narasumbernya lanjutnya, KAHMI NTB mengundang Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Kapolri, OJK RI, Bank Syariah Indonesia (BSI) dan BPP Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA).
Rencana awal, kegiatan ini akan dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden, KH. Makruf Amin.
“Konfirmasi terakhir dari Kepala Kantor Sekretariatan Wakil Presiden, tugas untuk membuka secara resmi dilimpahkan ke Menko PMK, yang juga menjadi tokoh HMI, Prof. Dr. Muhajir,” terangnya.
Winengan pun menegaskan bahwa tidak ada unsur politik di dalam penyelenggaraan acara tersebut. Ini dibuktikan dengan diundangnya sejumlah kepala daerah yang tidak terlibat dalam percaturan politik.
“Nanti ada Gubernur Kalimantan Timur, Gubernur Lampung, Gubernur Jawa Timur, Gubernur Jawa Barat, Gubernur Sumatera Utara dan lainnya,” pungkasnya. (*)












