Binkam  

LSM HPN Sebut Projek IPA SPAM untuk Masyarakat Selatan Tidak Ada Masalah

Gatanews.id, Lombok Timur | Penolakan terhadap projek pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pantai selatan diwilayah Kabupaten Lombok Timur.

 

Projek yang merupakan program dari pemerintah pusat yang dianggarkan menggunakan dana dari World Bank (Bank Dunia) ini ditolak karena adanya issu yang berkembang jika pembangunan proyek SPAM pantai selatan terlaksana maka air untuk masyarakat diwilayah Desa Kotaraja akan terganggu sehingga pasokan air bersih akan menjadi berkurang.

 

Sebelum di mulainya pembangunan projek SPAM pantai selatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Lotim bersama Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) NTB dan Balai Wilayah Sungai (BWS) NTB sudah melaksanakan kegiatan Sosialisasi di Kantor Desa Kembang Kuning, Desa Jeruk manis, Desa Tetebatu, Desa Tetebatu Selatan, Desa Kotaraja dan di lokasi Cafe Clasic Sikur serta dikantor Dinas PUPR Kabupaten Lombok Timur.

 

Perencanaan pembangunan projek SPAM tersebut sudah dilakukan penelitian oleh konsultan dan para ahli di bidang pengairan untuk mengukur presentasi jumlah debit air yang akan diambil dari sungai condet dan sumber mata air yang sudah dibebaskan oleh Pemda Kabupaten Lotim.

 

Namun saat ini masih menunggu proses penerbitan Surat Ijin Pemanfaatan Air Tanah (SIPA) untuk menentukan jumlah debit air yang boleh digunakan agar tidak melanggar aturan yang ada.

 

Secara keseluruhan, program SPAM pantai selatan dimulai dari titik pengambilan (intake) di Lingkung dengan kapasitas 120 l/dt, barang panas II 15 l/dt, Gawak buak 15 l/dt, jalur pipa transmisi ± 10 km , Lokasi IPA 2×50 l/dt, jalur pipa Jaringan Distribusi Utama (JDU) ± 40 km dan bangunan pendukung seperti resevoar dan perlintasan jembatan pipa.

 

“Aksi Penolakan terhadap Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Proyek SPAM pantai selatan di Desa Kotaraja dikarenakan adanya issu yang berkembang jika pembangunan projek SPAM pantai selatan terlaksana maka air untuk masyarakat diwilayah Desa Kotaraja akan terganggu sehingga pasokan air bersih akan menjadi berkurang,” ungkap Lalu Anggi dalam rilis resminya, Minggu (18/06/2023).

 

“Bahkan saat ini terbentuk opini masyarakat bahwa pekerja dalam pembangunan IPA SPAM tersebut tidak ada mengunakan atau mengakomodir masyarakat lokal, sehingga masyarakat setempat akan menjadi penonton saja,” tambahnya.

 

Pada dasarnya LSM HPN (Himpunan Pemuda Nusantara) sepakat dan mendukung dengan pembangunan proyek SPAM ini.

 

“Mari kita bangun komunikasi yang bagus agar isu tidak menjadi liar yang berdampak terhadap kecemburuan sosial sehingga pembangunan SPAM ini dapat berjalan dengan aman dan lancar,” tutup Lalu Anggi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *