Permohonan Penangguhan Penahanan Fihiruddin Ditolak, Begini Alasannya.. 

  • Bagikan

Gatanews.id, Mataram | Permohonan penangguhan penahanan yang diajukan tersangka kasus UU ITE, M Fihiruddin ditolak Penyidik Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB.

 

“Tidak ada penangguhan, surat permohonan penangguhannya ditolak,” kata Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto saat dikonfirmasi, Senin sore (16/01).

 

Disampaikan Artanto, penyidik beralasan tidak ditangguhkannya permohonan Fihir untuk mempercepat proses pemberkasannya.

 

“Alasan penyidik intinya untuk mempercepat proses agar semua berjalan normal,” ucap Kabid Humas.

 

Ditanya terkait kemungkinan akan adanya penyelesaian secara Restorative Justice (RJ), Artanto justru menepisnya.

 

“Belum ada RJ sampai saat ini, proses pemberkasan masih berjalan,” katanya.

 

Diketahui sebelumnya, Ketua Logis NTB itu, melalui tim kuasa hukumnya mengajukan permohonan penangguhan pada 9 Januari 2023 lalu. Upaya itu diajukan dengan alasan telah diatur dalam Pasal 22 Juncto Pasal 31 Ayat 1 KUHP.

 

Dalam permohonan tersebut, kliennya bersedia tetap taat dan patuh terhadap setiap tahapan proses pemeriksaan.

 

M Fihiruddin sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus menyebarkan informasi yang mengandung SARA sesuai yang diatur Pasal 28 ayat (2) UU ITE. Yang mana sebelumnya Fihiruddin bertanya melalui WhatsApp Group “Pojok NTB” kepada Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda.

 

Pertanyaan Fihiruddin tentang rumor adanya tiga oknum dewan yang ditangkap mengkonsumsi narkoba saat kunjungan kerja, namun ketiga oknum tersebut tidak ditahan karena diduga membayar Rp 150 juta perorang.

 

Atas pertanyaan tersebut, Baiq Isvie Rupaeda atas nama lembaga dewan tersinggung dan melayangkan Somasi kepada Fihiruddin. Setelah Somasi dianggap tak digubris oleh Fihiruddin, kemudian Isvie melaporkan Fihiruddin ke Polda NTB. (Ang)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *