Daerah  

Sultan Fahryan; Misi Perdamaian Dunia : Krisis dan Konflik Kemanusiaan Terus Meningkat?

Gatanews.id l Banda Aceh – Menurut laporan yang diterbitkan oleh PBB dan Uni Eropa lainnya telah memperkirakan akan terjadinya krisis kemanusiaan akibat tiga kombinasi keadaan buruk pada saat ini, yaitu terdiri dari cuaca ekstrem, dampak ekonomi akibat pandemic COVID-19 dan terutama konflik bersenjata yang disebut-sebut sebagai faktor utama yang bertambahnya krisis. Minggu (22/5/2022)

Dalam hal ini Diperkirakan, pada tahun 2022 ini meningkat hampir 20% dari rekor angka tertinggi pada tahun 2021 yang sebelumnya berjumlah 234 juta penduduk menjadi 274 juta penduduk yang diperkirakan mengalami krisis dan konflik kemanusiaan. Pada saat ini juga PBB dan komunitas global lainnya harus berupaya penuh berusaha untuk menekan angka yang diperkirakan membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Beberapa negara yang sedang bertambah buruknya situasi krisis dan konflik kemanusiaan ini yaitu Wilayah Timur Tengah, Republik Demokratik Kongo, Yaman, Afghanistan, Etiopia, Sudan, Suriah, afrika utara dan Nigeria yang pada saat ini sedang memburuknya ketahanan pangan global. Yaman, merupakan negara yang paling terdampak akibat tiga kombinasi keadaan buruk pada saat ini, yaitu akibat perang saudara atau konflik yang berkepanjangan dan juga kurangnya mendapat bantuan kemanusiaan.

Misi perdamaian dunia telah menjadi tugas bagi seluruh perserikatan bangsa-bangsa untuk membantu negara-negara yang sedang mengalamin krisis dan konflik. Akan tetapi, dengan berjalannya situasi semua kegiatan perdamaian dunia pasti tidak akan mulus tepat dengan sesuai rencana.

Seperti sejak awal pandemi COVID-19, semakin banyak orang yang kelaparan dan banyak tergantung kepada organisasi yang dibuat oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dan organisasi kemanusiaan terbesar di dunia yang menangani kelaparan dan ketahaan pangan atau yang biasanya disebut dengan World Food Programme (WFP).

Warga yang terkena krisis dan konflik kemanusiaan yang berkepanjangan, membuat mereka harus mendapatkan tempat untuk berlindung, seperti mendirikan kamp pengungsian. Dan juga konflik yang terus berkepanjangan ini juga membuat rumah sakit selalu penuh, tidak adanya sarana dan prasarana untuk menuntut ilmu.

banyaknya rangkaian kesengsaraan lainnya, seperti tidak adanya listrik, susahnya mendaptkan air bersih, dan bahan bakar yang sangat susah di dapatkan di negara-negara yang sedang terjadinya krisis dan konflik kemanusiaan ini.

Lalu, bagaimana tanggapan serius dunia mengenai krisis dan konflik kemanusiaan ini? Dikutip dari laman United Nations Foundation, PBB akan tetap menjadikan negara-negara yang serius terkena dampak krisis dan konflik kemanusiaan ini sebagai perhatian utama.

PBB akan terlibat dalam berbagai diskusi pertemuan tingkat tinggi tentang pembiyaan kedepannya, metode baru untuk melakukan pembangunan perdamaian yang terus ditujukan untuk menanggapi kebutuhan bagi semua negara demi terciptanya negara yang aman dan damai.(*)

Penulis : Muhammad Sultan Fahryan, Mahasiswa PWK USK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *