oleh

SENJA, KENANGAN DAN LUKA OLEH RONY

Ketika langit mulai menunjukan indahnya alam yang Tuhan ciptakan, disitulah pikiranku seakan seperti kaki yang berjalan. Ya, berjalan mengelilingi sebuah kota kecil yang biasa di sebut kenangan. Masa itu menurutku sangat indah. Mungkin seindan senja yang selalu kupandang bersamanya. Sayangnya, masa itu tak sesetia senja yang selalu hadir di setiap hariku. Namun, masa itu begitu hangat dalam ingatan. Sehangat senja di sore hari.
Aku merindukannya. Merindukan masa itu. Masa di mana aku belum merasakan perihnya luka. Masa di mana yang ku tau hanyalah bahagia dan, yang kupikirkan hanyalah bersamanya. Namun, masa itu seakan begitu cepat berlalu secepat senja yang hilang ditelan malam.
Perih selalu kurasakan ketika senja kembali hadir. Aku menginginkan senjayang selalu kupandang bersamanya. Senja yang kini hanya dapat kukenang bersama air mata yang terus berderai bagai mata air yag terus mengalir.
Andai waktu dapat ku putar kembali, maka akan terus ku ulang masa itu. Masa tanpa luka dan air mata. Sayangnya, itu hanyalah khayalan yang tak akan mungkin jadi nyata. Biarlah waktu terus berjalan sampai pada akhir luka ini benar-benar pulih dan semua kenangan hilang bersama waktu yang berlalu.!!!
Katanya, rindu itu berat. Tapi bagi saya, ‘rindu’ itu tanggung jawab besar. Harga sejati yag harus dibayar untuk mengungkapkan kerinduan adalah menahan rindu di saat senja hadir..

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.