BAZNAS Lombok Timur Salurkan Rp91,5 Juta untuk 61 Pedagang Pasar Gandor

Gatanews.id || Lombok Timur – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pemberdayaan ekonomi. Pada Senin (19/10/2026) pagi.

BAZNAS Lombok Timur menyalurkan bantuan modal usaha kepada 61 pedagang di Pasar Ten-Ten Gandor, Kecamatan Selong, dengan total bantuan mencapai Rp91.500.000

Masing-masing penerima manfaat mendapatkan bantuan sebesar Rp1.500.000 yang diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menambah modal, meningkatkan jumlah dagangan, serta mengembangkan usaha agar lebih produktif dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Lombok Timur, Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Timur, Kapolres Lombok Timur, perwakilan Dandim 1615/Lombok Timur, Kapolsek, serta unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari dukungan dan sinergi dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

Dalam sambutannya, Bupati Lombok Timur menyampaikan apresiasi terhadap berbagai inovasi dan langkah BAZNAS yang semakin aktif menjangkau masyarakat melalui program pendistribusian dan pemberdayaan.

Menurutnya, BAZNAS tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga hadir membantu masyarakat yang menghadapi kesulitan ekonomi, termasuk warga yang membutuhkan bantuan perbaikan rumah dan pelaku usaha kecil.

Bupati menilai bantuan modal usaha tersebut merupakan bentuk perhatian nyata terhadap pedagang kecil agar mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarganya. Ia berharap program pemberdayaan seperti ini dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Bupati juga berpesan kepada para penerima manfaat agar menggunakan bantuan secara amanah dan sesuai dengan tujuan pemberian, yakni untuk mengembangkan usaha. Bantuan tersebut diharapkan tidak digunakan untuk kebutuhan konsumtif, melainkan untuk menambah stok dagangan, memperluas usaha, serta menyisihkan sebagian keuntungan sebagai tabungan.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya membangun kemandirian ekonomi dan menghindari praktik pinjaman yang memberatkan pedagang kecil. Melalui dukungan permodalan ini, para pedagang diharapkan memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha tanpa harus terus bergantung pada pinjaman dengan beban pengembalian yang tinggi.

Bupati turut mengajak para pedagang yang usahanya telah berkembang untuk membiasakan diri berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah. Dengan demikian, manfaat zakat tidak hanya dirasakan oleh penerima bantuan saat ini, tetapi juga dapat terus mengalir kepada masyarakat lain yang membutuhkan.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Lombok Timur, H. Muhammad Kamli, menyampaikan bahwa pendistribusian bantuan modal usaha ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mengoptimalkan pengelolaan dana ZIS agar memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui bantuan ini, kami berharap para pedagang dapat mengembangkan usahanya, menambah modal dan jumlah dagangan, serta meningkatkan pendapatan keluarga. Kami ingin dana zakat yang dihimpun dari para muzaki tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan yang mampu mendorong kemandirian ekonomi para mustahik,” ungkap H. Muhammad Kamli.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari tersalurkannya bantuan, tetapi juga dari perkembangan usaha dan meningkatnya kesejahteraan para penerima manfaat. Karena itu, ia berharap bantuan tersebut benar-benar digunakan untuk kepentingan usaha dan dikelola secara bertanggung jawab.

“Kami berharap ke depan para penerima bantuan ini dapat semakin maju, usahanya berkembang, dan pada waktunya mampu bertransformasi dari mustahik menjadi muzaki. Dengan demikian, manfaat zakat akan terus berputar dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Ketua BAZNAS Lombok Timur juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Timur serta seluruh unsur yang hadir atas dukungan dan sinergi dalam pelaksanaan program pemberdayaan UMKM. Kolaborasi berbagai pihak diharapkan dapat memperluas manfaat zakat dan menciptakan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.

Selain menyoroti pemberdayaan ekonomi, Bupati Lombok Timur turut mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pasar. Ia mengajak pemerintah kecamatan, kelurahan, dan masyarakat untuk memperkuat budaya gotong royong, terutama dalam menjaga kebersihan saluran air dan mengelola sampah agar lingkungan pasar tetap sehat, bersih, dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli.

Melalui program bantuan UMKM ini, BAZNAS Kabupaten Lombok Timur terus berupaya mengoptimalkan pendayagunaan dana ZIS agar tidak hanya membantu masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan transformasi mustahik menjadi muzaki. Para penerima manfaat diharapkan dapat mengembangkan usaha, meningkatkan taraf hidup keluarga, dan pada waktunya memiliki kemampuan untuk berbagi serta menunaikan zakat guna membantu masyarakat lainnya.

Dengan sinergi antara BAZNAS, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait, pemberdayaan UMKM di Kabupaten Lombok Timur diharapkan terus berkembang serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penulis: Frianka dwi utami

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *