Hukrim  

Kapolsek Lingsar Mediasi Bentrok Pelajar, Orang Tua Teken Komitmen Cegah Tawuran

Gatanews.id|Lombok Barat – Kesalahpahaman antarpelajar dua Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) Negeri yang sempat berujung perkelahian, Jumat (31/7/2026), berhasil diselesaikan secara damai di Polsek Lingsar. Mediasi dipimpin langsung Kapolsek Lingsar AKP Wiwin Widarti didampingi Kanit Reskrim dengan menghadirkan para pelajar, orang tua, guru, pemerintah desa, serta perangkat kewilayahan.

Proses mediasi berlangsung di Ruang Unit Reskrim Polsek Lingsar sejak pukul 14.30 Wita. Pertemuan itu mempertemukan pelajar dari dua SLTA Negeri di Lingsar bersama pihak terkait, guna mencari solusi terbaik tanpa memperpanjang persoalan.

Hasil penelusuran menunjukkan, perselisihan bermula dari kesalahpahaman yang dipicu persoalan pribadi antarremaja. Situasi kemudian memanas setelah muncul ajakan berkumpul hingga melibatkan sejumlah pelajar lain. Dalam kejadian itu, ditemukan juga informasi adanya peserta yang membawa senjata tajam serta ketapel.

Kapolsek Lingsar AKP Wiwin Widarti menegaskan, penyelesaian damai dipilih sebagai langkah pembinaan, namun seluruh pelajar tetap diingatkan agar tidak mengulangi tindakan serupa.

“Kami ingin persoalan ini selesai dengan baik dan menjadi pelajaran bagi semua. Jangan sampai emosi sesaat menghancurkan masa depan. Jika kembali terjadi, proses hukum tetap akan kami tempuh sesuai aturan yang berlaku,” tegas AKP Wiwin.

Kapolsek Lingsar menambahkan, langkah pembinaan tidak berhenti pada mediasi. Personel Polsek Lingsar langsung melanjutkan patroli wilayah, untuk mengantisipasi potensi konflik susulan sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

“Kami mengajak seluruh pelajar, orang tua, guru, dan masyarakat ikut menjaga lingkungan tetap aman. Mari selesaikan setiap persoalan melalui komunikasi dan musyawarah, bukan dengan kekerasan,” katanya.

Selama mediasi, seluruh pelajar mengakui kesalahan, saling meminta maaf, lalu menyatakan komitmen mengakhiri permusuhan. Mereka juga berjanji menjaga nama baik sekolah, menghindari tawuran, serta mengalihkan energi ke kegiatan yang lebih positif.

Perwakilan guru mengajak seluruh siswa menjadikan sekolah sebagai tempat belajar dan membangun prestasi, bukan ruang menyelesaikan masalah dengan kekerasan.

“Kalau ada persoalan, sampaikan kepada guru atau orang tua. Jangan mengambil keputusan sendiri hingga berujung perkelahian,” ujar perwakilan guru saat mediasi.

Kepala Desa Batu Mekar juga meminta seluruh remaja membuka komunikasi jika masih ada persoalan lain, agar penyelesaiannya dapat dilakukan secara kekeluargaan dan tidak meluas.

Usai pembacaan pernyataan sikap, para pelajar bersama orang tua menandatangani surat komitmen. Orang tua sepakat meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, memantau pergaulan, membatasi jam malam, serta siap menerima sanksi jika pelanggaran kembali terjadi.(djr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *