Gatanews|Sumbawa – Masih dalam hawa momentum Idulfitri 1447 Hijriyah/2026 Miladiyah, PLN UIW NTB mendorong UMKM naik kelas, lewat pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam promosi produk. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN UIW NTB menggelar Focus Group Coaching (FGC), Selasa (7/4/2026), mengusung tema “Penggunaan AI dalam Promosi Produk UMKM” di Rumah BUMN Sumbawa.
“Melalui program TJSL ini, PLN tidak hanya memberikan dukungan secara fisik, tetapi juga memperkuat kapasitas UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital seperti AI. Kami ingin UMKM binaan mampu beradaptasi, meningkatkan kualitas pemasaran, dan memperluas jangkauan pasar,” ungkap General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, Rabu (8/4/2026).
Sebanyak 15 UMKM mengikuti FGC dengan fokus pada pemanfaatan AI, guna meningkatkan efektivitas promosi digital di tengah meningkatnya aktivitas konsumsi pasca-Ramadhan.
“Momentum Idulfitri jadi waktu yang tepat untuk memulai strategi baru dalam pengembangan usaha,” kata Sri Heny.
Dikatakan, data internal Rumah BUMN Sumbawa menunjukkan pelaku UMKM masih menghadapi tantangan, dalam membuat konten promosi yang konsisten dan menarik.
“Kami melihat kebutuhan peningkatan kemampuan dalam pembuatan konten digital agar lebih adaptif dengan tren pasar,” ujarnya.
PLN terus menghadirkan program pembinaan melalui Rumah BUMN Sumbawa guna memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal.
“Kami ingin program ini memberi dampak nyata bagi perkembangan UMKM di daerah,” ujar Sri Heny.
Ke depan, lanjutnya, PLN berkomitmen memperluas kegiatan serupa, agar lebih banyak UMKM mampu bersaing di era digital.
“Kami akan terus mendorong UMKM naik kelas, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi lokal berbasis digital di NTB,” tegasnya.
Dalam FGC, peserta dikenalkan penggunaan AI untuk menyusun kalimat promosi, membuat visual produk, hingga menggali ide konten kreatif.
“Pemanfaatan AI membantu pelaku usaha menghasilkan konten yang lebih menarik dan relevan dengan kebutuhan pasar,” jelas pemateri, Ikhsan, S.I.Kom.
Disebutkan Iksan, metode pelatihan dirancang berbasis praktik langsung, sehingga peserta dapat langsung mengaplikasikan teknologi dalam usaha mereka.
“Pendekatan ini membuat peserta lebih cepat memahami dan langsung merasakan manfaatnya,” kata Ikhsan.(djr)












