Milad ke 17 Ponpes Al-Madani Sukses, Ribuan Jamaah Membludak

Gatanews.id, Lombok Timur | Milad ke 17 Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Madani Lombok yang sekaligus di rangkaikan dengan Wisuda Haffadzul Qur’an ke 12 dihadiri Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmi, Ahad (18/06/2023). 

 

Syukuran Pondok Pesantren ini bertajuk ‘Satukan Peran, Mantapkan Peran untuk Membangun Ummat Berperadaban Menuju Indonesia Madani’.

 

Pada kesempatan tersebut, hadir ribuan jamaah, sejumlah kepala OPD, walisantri, ikatan alumni Al-Madani, Gerakan Mahasiswa Madani, Ikataran Sarjana Al-Madani serta tokoh-tokoh penting dari lintas agama dan partai politik.

 

Sukiman Azmy dalam sambutannya menyampaikan, ciri sebuah Pondok Pesantren itu adalah di dalamnya ada terdapat asrama tempat santri tinggal.

 

Ada tuan guru, ustad dan ustadzahnya. Ada pula kegiatan belajar mengajinya, ada majlis taklimnya, ada fasilitas sarana prasarana dan berbagai kegiatan rutin selama 24 jam yang sudah diatur oleh manajamen pesantren.

 

“Kepada wali murid saya mengimbau, jangan pernah merasa ragu untuk menyerahkan pendidikan anak-anak kita kepada lembaga-lembaga seperti ini (Ponpes Al-Madani Lombok),” serunya.

 

Ia menilai pendidikan di Pondok Pesantren lebih baik karena dari bangun tidur sampai tidur lagi senantiasa dalam pantauan Ustad dan Ustadzahnya. Apalagi seperti Pondok Pesantren Al-Madani Lombok yang sudah menyebarkan alumni-alumninya ke berbagai daerah dan negara.

 

“Pondok Pesantren seperti ini, kualitasnya, ukhrowinya, dunianya sudah pasti lebih baik. Oleh karena itu jangan pernah ragu bapak dan ibu sekalian. Anak-anak kita di sini aman, tentram,” sanjungnya.

 

Sementara itu Mudir’am Pondok Pesantren Al-Madani Lombok, TGH. Fauzan Zakaria Amin, Lc., M.Si menjelaskan bahwa pada Milad yang ke-17 ini, hadirin dan tamu undangan semakin beragam, semakin berwarna.

 

Tidak hanya datang dari berbagai kabupaten/kota di NTB, namun juga banyak dari luar daerah, dari berbagai komunitas bahkan dari berbagai lintas agama, mulai dari agama Hindu, Kristiani, Budha dan yang lainnya.

 

“Al-Madani adalah terminal bagi orang-orang baik darimanapun dia berada. Al-Madani adalah satu titik diantara permukaan bumi yang Allah titipkan yang in sya Allah di hari-hari yang akan datang memiliki bakat dan tempat terbaik untuk merajut kebersamaan dengan seluruh ummat manusia dengan berbagai latar belakangnya,” kata Tuan Guru Milenial (TGM) tersebut dan disambut meriah tepuk tangan dari seluruh jemaah dan tamu undangan lainnya.

 

TGM menambahkan dan mengingatkan seluruh wisudawan dan santri Al-Madani bahwa kita boleh berbangga atas capaian hari ini, menjadi penghafal Al-Quran. Tapi tidak boleh merasa cukup sampai di situ.

 

“Setelah hafal 30 Juz Al-Quran kalian harus melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Karena kalian harus memahami, menghayati dan mengamalkan apa yang sudah kalian hafal. Maka jangan cukup hanya di Al-Madani saja, lanjutkan ke S1, S2, S3 bahkan menjadi guru besar di berbagai bidang,” tegasnya.

 

“Saya termasuk orang yang menganjurkan bahwa dengan Al-Quran yang sudah dihafal dan dimiliki, menyebarlah ke berbagai bidang agar pada saatnya nanti kita berjumpa dengan kalian sudah menjadi pemimpin di berbagai sektor lintas bidang, di berbagai seluruh hajat manusia dan mengahdirkan banyak kebermanfaatan,” tambahnya.

 

Sisi lain dari acara Milad ke-17 dan Wisuda Al-Quran ke-12 ini Ustad Abdul Hayyi Zakaria, S.Pd., ME selaku Ketua Yayasan Al-Madani Lombok menyampaikan, setidaknya ada 80 Wisudawan/wati Huffadz Al-Quran tahun ini dan melaunching beberapa sayap program pengembangan.

 

“Al-Madani hari ini sudah mulai menyesuaikan diri, beradaptasi dengan kemajuan zaman. Alhamdulillah hari ini kita sudah launching Adusmart Al-Madani, sebagai sarana digitalisasi pesantren, system digital untuk transaksi pembayaran santri, absensi dan laporan perkembangan santri. Dilaunching juga LAZ Madani Peduli digerakan social dan Majra Tour and Travel di sektor ekonomi,” jelasnya.

 

Ustad Hayyi menilai Pondok Pesantren saat ini harus lebih mandiri agar kualitas pendidikan itu dapat di raih lebih cepat.

 

“Yayasan Al-Madani tidak saja fokus pada pendidikan dakwah, namun juga pada gerakan sosil dan pemberdayaan ekonomi ummat. Saya berharap Al-Madani ke depan menjadi pusat peradaban para penggafal dan pemangku Al-Quran dan lahir calon pemimpin-pemimpin terbaik,” tegasnya.

 

Terakhir, Pondok Pesantren Al-Madani Lombok tahun ini juga berikhtiar untuk berkontribusi dalam dunia politik dengan mewakafkan Mudir’am (TGH. Fauzan Zakaria Amin, Lc., M.Si) untuk mengabdi ke negara.

 

“In sya Allah pada tahun 2024 nanti kami wakafkan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Madani untuk maju, berjuang dan berkontribusi kepada masyarakat, dalam rangka memperbaiki negara, dengan menjadi salah satu anggota parlemen. Kami utus TGH. Fauzan Zakaria Amin ke Provinsi melalui dapil 3 dan TGH. Muhammad Hudori Sahabuddin di Kabupaten Lombok Timur lewat dapil 5 melalui Partai Kebangkitan Nusantara (PKN),” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *