Daerah  

LSM SUMEA Soroti Minimnya Keterlibatan Warga Lokal di Aktivitas Tambang PT INTAM

Gatanews|Sumbawa – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sumbawa Mining Entrepreneurs Association (SUMEA) bersama masyarakat Desa Sepukur, Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa, menyampaikan kekecewaan terhadap aktivitas tambang emas PT INTAM. Warga menilai perusahaan tersebut belum membuka ruang keterlibatan bagi masyarakat lokal, terutama pelaku usaha setempat yang ingin ikut berpartisipasi dalam kegiatan operasional perusahaan.

Ketua LSM SUMEA, Yosi Larian, mengatakan jika berbagai upaya telah ditempuh masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Mulai dari hearing hingga aksi unjuk rasa, namun belum membuahkan respons sesuai harapan warga.

“Kami sebagai masyarakat lokal hanya ingin dilibatkan dalam kegiatan perusahaan, jangan jadikan kami sebagai penonton di daerah kami sendiri. Kalian keruk isi bumi kami, kemudian pergi meninggalkan dampak lingkungan yang cukup berat bagi kami,” kata Yosi, Kamis (18/6/2026).

Menurut Yosi, kekecewaan warga sempat memunculkan aksi sweeping sebagai bentuk dorongan, agar perusahaan memberikan penjelasan terkait sejumlah tuntutan masyarakat. Langkah tersebut dilakukan setelah berbagai upaya komunikasi dinilai belum mendapat tanggapan memadai.

Selain persoalan keterlibatan masyarakat, Yosi juga menyinggung kompensasi penggunaan jalan akses yang selama ini diklaim dibangun warga sejak 2017. Saat ini, PT INTAM diketahui telah menggunakan jalur alternatif melalui Desa Padesa, Kecamatan Lantung, sehingga akses lama tidak lagi dimanfaatkan.

“Jalan yang selama ini diklaim dibangun warga sudah tidak digunakan lagi, setelah perusahaan membuka akses baru melalui Desa Padesa. Persoalan ini juga perlu mendapat perhatian, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” ujarnya.

Yosi menegaskan, masyarakat Sepukur pada prinsipnya mendukung masuknya investasi ke wilayah mereka. Namun, dukungan tersebut perlu diimbangi komitmen perusahaan untuk memberdayakan warga sekitar, baik melalui kesempatan kerja maupun kemitraan usaha.

“Kami mendukung pemerintah mendorong investasi. Namun perusahaan juga harus memberi ruang kepada masyarakat lokal, baik sebagai tenaga kerja maupun penyuplai kebutuhan perusahaan. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi bisa dirasakan langsung warga sekitar,” tegasnya.

LSM SUMEA berharap terjalin sinergi antara pemerintah, perusahaan, serta masyarakat agar setiap persoalan dapat diselesaikan melalui dialog. Langkah tersebut dinilai penting, guna mencegah munculnya dampak sosial yang lebih luas di tengah masyarakat Kecamatan Lantung.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *