Gatanews|Lombok Barat – Kepala Desa Giri Madia, Samiudin, mengapresiasi gerak cepat aparat kepolisian, petugas pemadam kebakaran, dan warga yang bahu-membahu menangani kebakaran rumah, Rabu (3/6/2026), di Dusun Awang Madia, Kecamatan Lingsar. Kesigapan tersebut membuat kobaran api berhasil dikendalikan, sebelum menjalar ke bangunan lain di sekitar lokasi.
“Kami berterima kasih atas respons cepat Polsek Lingsar, petugas damkar, dan seluruh warga. Kekompakan ini sangat membantu saat musibah terjadi,” ujar Samiudin.
Peristiwa itu menimpa rumah milik I Wayan Sudada (50) dan istrinya, I Ketut Kendri (45). Berdasarkan keterangan saksi, kobaran api pertama kali terlihat sekitar pukul 15.45 Wita, saat warga melihat asap dan api membesar dari bangunan tersebut.
Mendengar teriakan minta tolong, warga sekitar langsung berdatangan melakukan pemadaman awal, sambil berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dievakuasi.
Kapolsek Lingsar AKP Wiwin Widarti mengatakan, pihaknya langsung menuju lokasi usai menerima laporan dari masyarakat.
“Kami segera mendatangi TKP untuk mengamankan lokasi, membantu proses penanganan, serta berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar kebakaran tidak meluas,” kata AKP Wiwin.
Sekitar pukul 17.00 Wita, personel Polsek Lingsar lainnya tiba di lokasi dan melakukan tindakan kepolisian. Tak lama berselang, pukul 17.30 Wita, tim dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Lombok Barat datang memperkuat upaya pemadaman.
Berkat kerja sama aparat, petugas damkar, dan warga setempat, api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 17.44 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Selain melakukan olah tempat kejadian perkara, Polsek Lingsar juga berkoordinasi dengan PLN untuk memutus aliran listrik di sekitar lokasi, serta menghubungi pihak Puskesmas Sigerongan guna memberikan pendampingan kepada korban.
“Kami juga mengupayakan langkah pendampingan terhadap korban, agar dapat segera pulih setelah mengalami musibah ini,” ujar AKP Wiwin.
Dijelaskan AKP Wiwin, berdasarkan keterangan saksi di lapangan, sumber api diduga berasal dari korsleting listrik. Dimana saat kebakaran terjadi, pemilik rumah sedang tidak berada di lokasi, sehingga api baru diketahui setelah kobaran membesar.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp70 juta.
AKP Wiwin mengimbau masyarakat, agar lebih waspada terhadap berbagai sumber pemicu kebakaran di lingkungan rumah.
“Kami mengajak masyarakat rutin memeriksa instalasi listrik, kabel yang sudah usang, kompor, bara api, puntung rokok, obat nyamuk bakar, dupa, maupun benda lain yang berpotensi memicu kebakaran,” ucapnya.
Hingga proses penanganan selesai, situasi di lokasi tetap aman dan kondusif dengan pemantauan lanjutan dari personel Polsek Lingsar.(djr)













