Gatanews.id, Lombok Utara | Semangat kebersamaan kembali terlihat di Dusun Todo, Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Ratusan warga bersama unsur pemerintah daerah (Pemda) dan TNI bergotong royong memasang bronjong di Bendungan Empas, Jumat (03/04/2026) siang.
Pemasangan bronjong dilakukan sebagai langkah memperkuat struktur bendungan yang selama ini menjadi sumber irigasi sekaligus penopang kebutuhan air bagi masyarakat setempat.
Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, gotong royong merupakan kekuatan utama dalam menjaga keberlanjutan pembangunan dan infrastruktur di desa.
“Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci. Dengan semangat seperti ini, kita tidak hanya membangun fisik bendungan, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan,” ujarnya.
Sementara, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KLU M. Zaldi Rahadian menegaskan bahwa pemasangan bronjong merupakan langkah preventif untuk meminimalkan potensi kerusakan bendungan akibat derasnya arus air, terutama saat musim hujan.
“Kegiatan ini sangat penting sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana. Langkah kecil hari ini bisa mencegah dampak yang lebih besar di masa depan,” jelasnya.
Kepala Desa Bentek, Warna Wijaya yang turut hadir menyampaikan terima kasih atas keterlibatan semua pihak dalam kegiatan tersebut. Ia menilai keberadaan Bendungan Empas sangat vital bagi masyarakat, khususnya untuk mendukung sektor pertanian.
“Bendungan ini sangat penting bagi warga kami. Kehadiran pemerintah, TNI, dan masyarakat menunjukkan kepedulian nyata terhadap kebutuhan masyarakat desa,” katanya.
Hal senada disampaikan Babinsa Desa Bentek, Sertu Hamudin yang menegaskan komitmen TNI untuk selalu hadir bersama masyarakat melalui kegiatan pembinaan teritorial.
“Kami tidak hanya hadir dalam tugas pengamanan, tetapi juga dalam kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan gotong royong tersebut, nilai kebersamaan dan solidaritas masyarakat kembali terlihat kuat. Semangat ini diharapkan dapat terus menjadi modal sosial dalam menjaga keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Lombok Utara. (*)












