Gatanews|Mataram – Tahun pertama kepemimpinan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri berjalan di tengah tekanan ekonomi. Awal 2025 diwarnai kontraksi sebagai akibat sektor tambang, serta fase awal operasional industri hilirisasi yang belum stabil. Meski demikian, pasar kerja NTB justru menunjukkan tren positif.
Sepanjang 2025, jumlah tenaga kerja bertambah sekitar 29,57 ribu orang. Total penduduk bekerja mencapai sekitar 3,14 juta orang. Tingkat Pengangguran Terbuka pada November 2025 turun hingga sekitar 3,05 persen.
Iqbal menilai perkembangan tersebut, menunjukkan pemulihan ekonomi tidak berhenti pada angka pertumbuhan.
“Pemulihan ekonomi tidak boleh hanya terlihat di grafik. Yang paling penting masyarakat merasakan melalui pekerjaan yang nyata dan peluang usaha yang semakin terbuka,” ujar Iqbal, Kamis (9/2/2026).
Pergerakan lapangan kerja terlihat dari sejumlah sektor yang mulai kembali bergeliat seperti akomodasi dan makan minum, konstruksi, serta jasa lainnya. Aktivitas pariwisata meningkat, proyek pembangunan kembali berjalan, dan konsumsi rumah tangga ikut menguat.
Di sisi lain, kualitas tenaga kerja juga mengalami peningkatan. Proporsi pekerja formal bertambah, sementara tenaga kerja lulusan diploma dan universitas naik hingga sekitar 14,20 persen.
“Ini sinyal baik bagi NTB. Kita ingin pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” kata Iqbal.
Struktur ketenagakerjaan daerah juga memperlihatkan kekuatan ekonomi rakyat. Sektor pertanian dan perikanan masih menyerap tenaga kerja terbesar dengan porsi lebih dari sepertiga total pekerja. Perdagangan, industri pengolahan, serta pariwisata ikut menjadi penopang utama.
Iqbal menegaskan momentum ini perlu dijaga dengan memperluas kesempatan kerja, terutama bagi generasi muda dan lulusan baru.
“Kita harus memastikan investasi, pertanian, UMKM, dan pariwisata bergerak bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menilai capaian tahun pertama kepemimpinan daerah menjadi fondasi penting menuju transformasi ekonomi NTB yang lebih inklusif.
“Perjalanan masih panjang, tetapi arah perbaikan sudah terlihat. Ekonomi NTB mulai bergerak kembali bersama rakyatnya,” tutup Iqbal.(djr)












