Binkam  

RSUD KLU Kembali Disorot, Dokter Anak Tak Datang Meski Pasien Dirawat Berhari-hari

Gatanews.id, Lombok Utara | Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali menuai sorotan. Kali ini, keluhan datang dari Artadi, warga sekaligus anggota DPRD KLU dari Fraksi Partai Gerindra, yang menyayangkan buruknya pelayanan dokter spesialis anak di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

Artadi mengaku kecewa setelah membawa anaknya yang tengah sakit untuk menjalani perawatan di RSUD KLU. Namun selama tiga hari dirawat, anaknya disebut tidak pernah mendapatkan kontrol dari dokter spesialis anak maupun dokter anak.

“Selama tiga hari anak saya dirawat di RSUD KLU, dokter anak atau dokter spesialis anak tidak pernah datang mengontrol,” ujar Artadi kepada wartawan, Selasa (06/01/2026).

Dia mengungkapkan, berdasarkan informasi dari pihak rumah sakit, RSUD KLU sebenarnya telah memiliki dokter spesialis anak dengan status Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun, dokter tersebut disebut hanya masuk kerja tiga kali dalam sepekan.

“Kok enak saja PNS masuk tiga kali seminggu,” tegasnya dengan nada kecewa.

Menurut Artadi, dokter spesialis anak baru datang melakukan kontrol setelah dirinya menyampaikan komplain keras kepada manajemen rumah sakit. Kondisi itu dinilainya mencerminkan lemahnya sistem pelayanan serta pengawasan internal di RSUD KLU.

“Kalau saya tidak komplain dan marah-marah, mungkin dokter spesialis anak itu juga tidak datang mengontrol,” katanya.

Merasa tidak mendapatkan pelayanan maksimal dan demi keselamatan anaknya, Artadi akhirnya memutuskan untuk merujuk sang anak ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Mataram.

“Dengan pelayanan seperti ini, saya akhirnya membawa anak saya ke RSUP Mataram,” ujarnya.

Artadi menilai persoalan pelayanan kesehatan di RSUD KLU bukan kali pertama terjadi. Ia menyinggung seringnya aksi demonstrasi masyarakat di rumah sakit tersebut sebagai indikasi adanya persoalan serius yang belum kunjung dibenahi.

“Pantas saja RSUD ini sering didemo masyarakat. Ini parah dan harus menjadi atensi kita semua, termasuk kami di DPRD,” tegasnya.

Dia pun mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara bersama manajemen RSUD KLU untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh, khususnya terkait kedisiplinan dan kinerja tenaga medis, agar kejadian serupa tidak terus berulang dan merugikan masyarakat.

Sementara, Direktur RSUD KLU, drg. Nova Budiharjo, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, menyatakan akan terlebih dahulu menelusuri kronologi kejadian yang dikeluhkan tersebut.

“Iya, Pak Dewan yang mengeluhkan, tapi besok kronologinya saya gali dulu,” ujar drg. Nova singkat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *