Gatanews id.- Pada hari Selasa, tanggal 29 Juli 2025, pukul 07.20 hingga 08.10 WIB, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang yang tergabung dalam KKN-83 Kelompok 31 Desa Sejaro Sakti telah melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema “Pengenalan dan Pemanfaatan QRIS dalam Mendukung Literasi Keuangan Digital”. Kegiatan ini diselenggarakan di SMP Negeri 1 Indralaya dan diikuti oleh siswa-siswi dari berbagai jenjang kelas.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), yakni sistem pembayaran digital berbasis QR Code yang telah disahkan dan disatukan secara nasional oleh Bank Indonesia. QRIS hadir sebagai solusi transaksi yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal (CEMUMUAH), serta menjadi bagian dari upaya transformasi digital dalam sektor keuangan.
Mahasiswa KKN-83 Kelompok 31 Desa Sejaro Sakti menjelaskan kepada para siswa-siswi mengenai manfaat penggunaan QRIS, yang antara lain dapat mempercepat transaksi tanpa perlu menggunakan uang tunai, mengurangi risiko kehilangan uang fisik, serta memberikan efisiensi dalam kegiatan jual-beli, terutama di lingkungan sekolah dan UMKM.
Meskipun sebagian besar siswa-siswi belum memiliki KTP elektronik sehingga belum bisa menggunakan aplikasi dompet digital secara langsung, kegiatan ini tetap penting sebagai bentuk edukasi awal. Dengan memahami konsep QRIS sejak dini, para pelajar akan lebih siap menghadapi perkembangan teknologi keuangan di masa depan.
Dalam sesi penyampaian materi, mahasiswa juga memaparkan fakta bahwa tingkat penggunaan QRIS di Pulau Sumatra tertinggi berada di Provinsi Sumatera Selatan, khususnya di Kota Palembang dan Lubuk Linggau. Fakta ini menjadi salah satu indikator bahwa masyarakat Sumsel mulai aktif dan adaptif dalam menggunakan sistem pembayaran digital.
Sosialisasi ini juga dirancang secara interaktif, dengan sesi tanya jawab dan diskusi ringan, sehingga para siswa-siswi dapat dengan mudah memahami materi yang disampaikan. Banyak siswa yang menunjukkan ketertarikan terhadap penggunaan QRIS serta mulai memahami konsep dompet digital seperti DANA, OVO, GoPay, dan LinkAja.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-83 Kelompok 31 Desa Sejaro Sakti berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan literasi keuangan digital di kalangan pelajar. Sosialisasi ini bukan hanya menjadi bagian dari program kerja KKN, tetapi juga sebagai langkah awal membentuk
Pada hari Selasa, tanggal 29 Juli 2025, pukul 07.20 hingga 08.10 WIB, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang yang tergabung dalam KKN-83 Kelompok 31 Desa Sejaro Sakti telah melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema “Pengenalan dan Pemanfaatan QRIS dalam Mendukung Literasi Keuangan Digital”. Kegiatan ini diselenggarakan di SMP Negeri 1 Indralaya dan diikuti oleh siswa-siswi dari berbagai jenjang kelas.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), yakni sistem pembayaran digital berbasis QR Code yang telah disahkan dan disatukan secara nasional oleh Bank Indonesia. QRIS hadir sebagai solusi transaksi yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal (CEMUMUAH), serta menjadi bagian dari upaya transformasi digital dalam sektor keuangan.
Mahasiswa KKN-83 Kelompok 31 Desa Sejaro Sakti menjelaskan kepada para siswa-siswi mengenai manfaat penggunaan QRIS, yang antara lain dapat mempercepat transaksi tanpa perlu menggunakan uang tunai, mengurangi risiko kehilangan uang fisik, serta memberikan efisiensi dalam kegiatan jual-beli, terutama di lingkungan sekolah dan UMKM.
Meskipun sebagian besar siswa-siswi belum memiliki KTP elektronik sehingga belum bisa menggunakan aplikasi dompet digital secara langsung, kegiatan ini tetap penting sebagai bentuk edukasi awal. Dengan memahami konsep QRIS sejak dini, para pelajar akan lebih siap menghadapi perkembangan teknologi keuangan di masa depan.
Dalam sesi penyampaian materi, mahasiswa juga memaparkan fakta bahwa tingkat penggunaan QRIS di Pulau Sumatra tertinggi berada di Provinsi Sumatera Selatan, khususnya di Kota Palembang dan Lubuk Linggau. Fakta ini menjadi salah satu indikator bahwa masyarakat Sumsel mulai aktif dan adaptif dalam menggunakan sistem pembayaran digital.
Sosialisasi ini juga dirancang secara interaktif, dengan sesi tanya jawab dan diskusi ringan, sehingga para siswa-siswi dapat dengan mudah memahami materi yang disampaikan. Banyak siswa yang menunjukkan ketertarikan terhadap penggunaan QRIS serta mulai memahami konsep dompet digital seperti DANA, OVO, GoPay, dan LinkAja.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-83 Kelompok 31 Desa Sejaro Sakti berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan literasi keuangan digital di kalangan pelajar. Sosialisasi ini bukan hanya menjadi bagian dari program kerja KKN, tetapi juga sebagai langkah awal membentuk generasi yang melek teknologi dan mampu memanfaatkan inovasi digital secara bijak dan produktif. ( Yul / lir )












