Pendaki Asal Sukabumi Meninggal Dunia Saat Mendaki Gunung Rinjani

Gatanews.id || Lombok Timur – Seorang pendaki warga negara Indonesia (WNI) asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dilaporkan meninggal dunia saat melakukan pendakian di jalur Gunung Rinjani melalui Kandang Sapi, Sembalun, pada kamis (14/5/2026).

Korban diketahui bernama Endang Subarna 48 tahun warga Kampung Hegar Alam, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Informasi mengenai musibah tersebut pertama kali diterima petugas sekitar pukul 19.00 WITA dari petugas Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Sembalun. Korban diketahui mengalami kecelakaan saat melakukan pendakian bersama rombongan.

Berdasarkan informasi awal, korban bersama 28 pendaki lainnya berangkat melalui pintu pendakian Kandang Sapi Sembalun sekitar pukul 08.00 WITA dengan didampingi porter dan tour organizer (TO).

Sekitar pukul 16.00 WITA, rombongan tiba di kawasan Bukit Penyesalan, jalur pendakian Sembalun. Di lokasi tersebut, korban tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri.

Mengetahui kejadian itu, pihak TO langsung menghubungi petugas TNGR yang berada di Pos Pelawangan Sembalun. Petugas TNGR bersama tim Edelweis Medical Help Center (EMHC) kemudian bergerak menuju lokasi untuk memberikan pertolongan pertama.

Setibanya di lokasi, tim gabungan langsung memeriksa kondisi korban dan melakukan tindakan resusitasi jantung paru (RJP) atau pijat jantung selama kurang lebih 30 menit. Namun, korban tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. 

Petugas juga meminta bantuan tambahan tenaga kesehatan untuk memastikan kondisi korban. Kemudian tim TNGR bersama EMHC mengevakuasi korban menggunakan tandu menuju Pos II Sembalun.

Lebih lanjut, pada  pukul 19.20 WITA, korban tiba di Pos II dan langsung diperiksa oleh dokter Puskesmas Sembalun, dr. L. Riski Andri Saputra. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter menyatakan korban telah meninggal dunia.

Selanjutnya, sekitar pukul 20.00 WITA, tim rescue bergerak turun membawa jenazah menuju pintu pendakian Kandang Sapi Sembalun. Jenazah rencananya langsung dibawa ke RSUD Selong menggunakan ambulans Puskesmas Sembalun untuk penanganan lebih lanjut.

Peristiwa tersebut diketahui langsung oleh rekan-rekan korban sesama pendaki yang saat itu berada di lokasi kejadian. Hingga kini, proses evakuasi terus dilakukan dengan koordinasi antara petugas TNGR, tim medis, dan pihak terkait lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *