Gatanews.id|Gunungsari — Kunjungan kerja Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Ir. Dody Hanggodo, M.PE., ke Bendungan Meninting, Senin (14/7/2025), berlangsung lancar dan aman berkat pengamanan ketat dari jajaran Polsek Gunungsari dan Polresta Mataram.
Kedatangan Menteri sekitar pukul 11.15 Wita di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari, menjadi momen penting dalam mengecek langsung progres pembangunan Bendungan Meninting. Dalam kunjungan tersebut, Menteri PU didampingi sejumlah pejabat penting seperti Kepala BWS Nusra 1 Mataram Dr. Eka Nugraha Abdi, Kasatker Pembangunan Bendungan Meninting Agus Nurdiansyah, serta sejumlah personel dari kepolisian.
Kapolresta Mataram melalui Kapolsek Gunungsari AKP Supianto yang memimpin pengamanan di lapangan, menegaskan pentingnya menjaga keamanan selama kegiatan berlangsung.
“Kami pastikan kegiatan berjalan aman dan kondusif. Ini adalah bentuk dukungan kami terhadap program strategis nasional, yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujar AKP Supianto.
Dijelaskan, selama kunjungan, Menteri PU meninjau langsung berbagai aspek teknis bendungan, mulai dari trase pipa, skema irigasi, hingga jaringan distribusi. Kapolsek Gunungsari menyampaikan apresiasinya, terhadap seluruh personel pengamanan dan masyarakat yang turut menjaga suasana tetap aman dan tertib.
“Sinergi ini yang kita harapkan terus terjaga, demi pembangunan yang berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap AKP Supianto.
Sebelumnya, Kepada Menteri PU, Kepala BWS Nusra 1 memaparkan jika Bendungan Meninting, akan memiliki jaringan transmisi pipa sepanjang 2,5 km, serta jaringan distribusi utama ke wilayah Gunungsari dan Batulayar sepanjang lebih dari 10 km.
Sementara dalam kesempatannya, Menteri Dody menekankan jika keberadaan bendungan itu, akan menjadi tulang punggung pengairan lahan pertanian di Lombok Barat. Ia berharap produktivitas pertanian, terutama gabah, meningkat pesat dengan dukungan air yang stabil.
“Kami di Kementerian PU tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kesejahteraan petani dan masyarakat,” katanya.
Sesi tanya jawab dengan para petani berlangsung hangat. Para petani menyampaikan rasa terima kasih, atas keberadaan Bendungan Meninting yang dinilai sangat membantu, dalam peningkatan hasil panen dan mengurangi konflik terkait pengairan.
“Dulu rebutan air, sekarang malah sudah ada rencana tanam dua kali karena airnya cukup,” ungkap seorang petani dari Lingsar.
Menariknya, Bendungan Meninting kini juga mulai dilirik sebagai destinasi wisata alternatif di Lombok Barat, meski belum beroperasi penuh. Hal ini menunjukkan jika manfaat bendungan meluas tak hanya untuk pertanian, tapi juga potensi ekonomi lainnya.
Pasca sesi foto bersama, rombongan Menteri PU meninggalkan lokasi sekitar pukul 12.00 Wita.(djr)












