Daerah  

FSKR Ngaji & Rekreasi Bersama di Belongas Lombok Barat

Gatanews.id|Lombok Barat – Suasana kekeluargaan terasa kental saat puluhan anggota Forum Silaturahim Keluarga Ranggagata (FSKR) berkumpul, dalam acara rutin bulanan bertajuk “FSKR Ngaji & Rekreasi Bersama”, Ahad (22/6/2025), di kediaman H. Muhammad Astar, Dusun Belongas, Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat.

Acara ini bukan sekadar pengajian biasa, tetapi menjadi ajang mempererat tali silaturahim, menyegarkan pikiran dengan nuansa rekreasi, sekaligus merancang program-program strategis FSKR untuk periode 2025-2030. Kegiatan ini juga menjadi momen penting pasca penetapan H. Maskur, S.H. sebagai Ketua FSKR yang baru.


Program Jangka Panjang: Dari Putra Anggota hingga Seribu Pohon Nangka

Dalam sambutannya, H. Maskur menyampaikan apresiasi atas kehadiran para anggota, meski jarak tempuh cukup jauh. Ia menegaskan pentingnya semangat kebersamaan dan kesinambungan dalam organisasi.

“Kita ingin FSKR ini tak hanya eksis hari ini, tapi juga mampu diwariskan ke anak-anak kita. Karena itu kita akan hidupkan kembali organisasi Putra Ranggagata (Putrangga) sebagai generasi penerus,” ujar H. Maskur.

Beberapa program unggulan yang disepakati dalam rapat pengurus pada 15 Juni lalu antara lain:

  • Pendataan ulang anggota FSKR berbasis Kartu Keluarga (KK)
  • Pembentukan Putrangga sebagai wadah regenerasi
  • Pengajian Akbar dan Fesrival 1 Muharram di Desa Ranggagata
  • Pemeriksaan kesehatan gratis pada Oktober 2025
  • Penanaman 1000 pohon nangka di sepanjang jalur strategis desa
  • Pengajian rutin setiap Minggu ke-3 dengan konsumsi ringan/snack
  • Iuran wajib Rp 10 ribu per bulan, dapat dibayar langsung per tahun (Rp 120 ribu)

Kampung Ranggagata Semakin Hidup dengan FSKR

FSKR juga merancang program tahun baru Islam yang dikemas dalam bentuk Festival Muharram, melibatkan sekolah, pesantren, dan masyarakat desa, termasuk kemungkinan lomba pawai dan kegiatan seni budaya Islami. Semua itu diharapkan mampu menghidupkan kembali semangat kebersamaan di kampung halaman.

Dalam diskusi santai setelah acara, beberapa anggota menyarankan agar setiap kegiatan memiliki penanggung jawab jelas, termasuk rencana penanaman 1000 pohon yang tidak hanya simbolis, tapi juga dirawat dan dijaga bersama agar tak berubah jadi “kayu bakar” belaka.


Satu Hati, Satu Ranggagata

Menutup sambutannya, H. Maskur menandaskan jika FSKR dibentuk untuk wadah pengabdian.

“FSKR ini bukan sekadar forum, tapi keluarga besar. Kita bangun kampung bukan hanya dari fisik, tapi dari hati. Dari silaturahmi, gotong royong, dan cinta terhadap tanah kelahiran,” tutup H. Maskur.


Ngaji Plus Motivasi Menuju Surga Firdaus

Acara pengajian diisi TGH. Muhammad Taisir Azhar, M.A., yang menyampaikan tausiyah inspiratif dengan tema “Menuju Surga Firdaus”. Dengan gaya yang sejuk dan penuh semangat, TGH. Taisir mengajak jamaah untuk senantiasa memohon kepada Allah bukan hanya surga biasa, tetapi surga Firdaus – tempat tertinggi dan terindah di akhirat.

“Kalau kita minta surga, jangan tanggung-tanggung. Mintalah surga Firdaus. Tapi tentu dengan syarat: iman, amal sholeh, dan kesungguhan dalam beribadah dan bermasyarakat,” pesannya.

Dengan semangat ini, FSKR tidak hanya menjadi pengikat antar anggota keluarga Ranggagata di perantauan, tapi juga motor penggerak pembangunan sosial dan spiritual di kampung tercinta.(djr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *