Transparansi dan Aturan Ketat jadi Semangat Proses Penerimaan Siswa Baru di SMAN 3 Mataram

  • Bagikan
Plt. Kepala SMAN 3 Mataram Yuspita Martiningrum, S.Pd.

Gatanews.id|Mataram – SMAN 3 Mataram berkomitmen tetap menerapkan transparansi dan aturan ketat, dalam proses penerimaan siswa baru tahun pelajaran 2024/2025.

Plt. Kepala SMAN 3 Mataram Yuspita Martiningrum, S.Pd. ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (15/6/2024) siang, mengungkapkan berbagai tantangan dan sistem yang diterapkan dalam penerimaan siswa baru.

“Dengan berbagai jalur penerimaan seperti afirmasi, perpindahan orang tua dan jalur prestasi baik akademik dan non-akademik, SMAN 3 Mataram berkomitmen untuk menjalankan proses seleksi secara transparan dan adil,” ungkapnya.

Terkait jalur afirmasi, Yuspita menjelaskan jika banyak orang tua calon siswa masih belum memahami persyaratan lengkap, termasuk kewajiban melampirkan Program Keluarga Harapan (PKH) yang masih berlaku.

“Banyak PKH yang sudah kadaluarsa, sehingga tidak bisa diproses. Setelah mereka melengkapi dengan surat keterangan tidak mampu dari dinas terkait, baru kami verifikasi,” jelas Yuspita.

Sementara kaitannya dengan kuota dan tahapan penerimaan, Yuspita menyampaikan kalau SMAN 3 Mataram menyediakan 72 kuota untuk jalur afirmasi, yang merupakan 20 persen dari total penerimaan.

“Selain itu, terdapat kuota untuk jalur perpindahan orang tua, prestasi akademik dan non-akademik, seperti sertifikat olahraga dan hafalan keagamaan misalnya hafalan al-Qur’an berapa juz, seloka dan bibel,” sebutnya.

Untuk diketahui, seleksi untuk jalur prestasi akan dilaksanakan pada 25 Juni, dengan pendaftaran dibuka dari 21 hingga 24 Juni. Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 27 Juni. SMAN 3 Mataram menampung total 340 siswa baru dengan berbagai jalur prestasi.

Plt. Kepala SMAN 3 Mataram itu juga menekankan pentingnya koordinasi, antara pihak sekolah dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB.

“Kami tidak berani mengambil keputusan tanpa rekomendasi dari dinas. Semua harus sesuai aturan agar tidak ada pihak yang dirugikan,” tandasnya.

Lebih lanjut Yuspita juga menegaskan upaya dalam menghindari praktik curang, dalam proses penerimaan siswa baru di SMAN 3 Mataram. Dimana pihaknya memberikan peringatan kepada orang tua siswa, untuk tidak melakukan praktik curang.

“Jika ada transaksi yang tidak diketahui sekolah, maka risikonya ditanggung sendiri. Kami berkomitmen menjalankan proses ini dengan adil dan sesuai peraturan,” ujarnya.

Dalam upaya memberikan kesempatan yang adil bagi semua calon siswa, SMAN 3 Mataram berusaha menghindari favoritisme dan memastikan jika semua keputusan diambil berdasarkan aturan yang ada.

“Kami ingin anak-anak mendapatkan hak mereka dengan cara yang benar,” kata Yuspita.

Dengan sistem yang transparan dan koordinasi yang baik, SMAN 3 Mataram berharap proses penerimaan siswa baru tahun ini berjalan lancar dan adil bagi semua pihak. (djr)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *