Kabid Pendapatan Lain-Lain Bapenda Sumsel sampaikan Ini Terkait Pencapaian Realisasi Retrebusi Daerah

Gatanews.id// Palembang// 12/1/2024

Pemerintah provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan dalam hal ini Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumsel melalui Kepala Bapenda Provinsi Sumsel H Achmad Rizwan S.STP., M.M yang diwakilkan Kepala Bidang Pendapatan Lain Lain Bapenda Provinsi Sumsel H Derga Karenza, S.P., M.M memberikan keterangan mengenai realisasi penerimaan retrebusi daerah provinsi Sumsel tahun anggaran 2023 yang diterima oleh Bapenda Provinsi Sumsel.

Dikatakan Kabid PLL Bapenda Provinsi H Derga Karenza, S.P., M.M, di mana untuk realisasi penerimaan retrebusi daerah provinsi Sumsel tahun anggaran 2023 untuk dinas/badan yakni untuk Sekretariat Daerah Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) targetnya yakni 30.000.000, untuk bulan Agustus sebesar 12.000.000, September sebesar 8.000.000, bulan Oktober sebesar 4.000.000, bulan November sebesar 7.500.000, dan bulan Desember 2023 sebesar 4.000.000 sehingga total yang diterima sebesar 54.500.000 atau sebesar 181,67 persen pencapaiannya.

“Realisasi penerimaan retrebusi untuk Sekretariat Daerah (Setda) target 2.257.608.673, di mana untuk bulan Agustus sebesar 927.287.550, bulan September sebesar 65.086.750, bulan Oktober sebesar 536.736.350, bulan November sebesar 87.021.150, bulan Desember sebesar 137.337.250 sehingga total yang diterima sebesar 2.459.179.250 atau sebesar 108,93 persen,” ujarnya.

Kemudian, di mana untuk realisasi penerimaan retrebusi untuk Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Holtikultura (TPH) target 229.660.000, di mana untuk bulan Agustus sebesar 35.904.000, bulan September sebesar 49.240.000, bulan Oktober sebesar 22.570.000, bulan November sebesar 48.792.000, bulan Desember sebesar 31.620.000, sehingga total yang diterima sebesar 229.879.000 atau sebesar 200,10 persen.

“Realisasi penerimaan retrebusi untuk Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan target 135.000.000, di mana untuk bulan Agustus sebesar 3.855.000, bulan September sebesar 2.010.000, bulan Oktober sebesar 3.360.000, bulan November sebesar 2.340.000, bulan Desember sebesar 5.475.000, sehingga total yang diterima sebesar 38.230.000 atau sebesar 24,61 persen,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, realisasi penerimaan retrebusi untuk Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan target 700.000.000, jumlah yang dicapai sebesar 898.548.870, atau sebesar 138,38 persen. Dinas Perdagangan dengan target 130.000.000, jumlah yang dicapai sebesar 106.025.000 atau sebesar 82,55 persen. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) dengan target 692.552.000, jumlah yang dicapai sebesar 982.583.500, atau sebesar 141,88 persen.

“Sedangkan realisasi Dinas Pendidikan dengan target 153.500.000, jumlah yang dicapai sebesar 65.749.000 atau sebesar 42,83 persen. Dan untuk realisasi Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang (PU BM TR) dengan target 500.035.500, jumlah yang dicapai sebesar 494.632.253,75 atau 98,92,” katanya.

Masih dilanjutkannya, realisasi penerimaan retrebusi untuk Dinas Perhubungan dengan target 6.228.500.000, jumlah yang di capai sebesar 7.372.731.685 atau sebesar 120,30 persen. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dengan target 167.000.000, jumlah yang dicapai sebesar 217.706.000, atau sebesar 130,36 persen. Dinas BPSDM dengan target 50.000.000, jumlah yang dicapai sebesar 65.120.000. atau 130,24 persen. Balitbangda dengan target 47.501.000, jumlah yang dicapai sebesar 65.080.000, atau sebesar 137,01 persen,

“Sedangkan Dinas Kelautan dan Perikanan dengan target 40.000.000, jumlah yang dicapai sebesar 55.000.000, atau sebesar 137,50 persen, dan Dinas Kesehatan (Klinik KORPRI) dengan target 12.000.000, jumlah yang dicapai sebesar 22.979.000, atau 191,49 persen. Sehingga jika total secara keseluruhan yang ditargetkan yakni 11.273.357.173, yang tercapai sebesar 13.123.033.438, atau sebesar 116,41 persen,” ucapnya.

Masih disampaikannya, nanti insya Allah untuk di tahun 2024 ini, kita akan dibuat Sistem Retribusi Online Sumsel (SROS), jadi semua laporan juga akan berbentuk digital jadi berapa uang yang masuk langsung terinput di aplikasi tersebut. Sebagai contohnya saja untuk tiket penyebrangan itu saat ini masih secara manual. Jadi nanti itu nanti setelah SROS ini digunakan maka seluruh transaksi tiketnya akan langsung terkoneksi kesini dan langsung real time.

Untuk SROS ini sudah ada SK dari tim Gubernur Anda tidak akan berjalan di tahun ini itu akan sampai di Dinas perhubungan juga laporannya akan real time. Jadi saat masuk pembayaran pajak hari ini jam ini langsung terlapor di sini asal sudah di masuk di kas kita langsung masuk di layar Bapenda.

“Di mana untuk aplikasi itu kita yang buat, sedangkan untuk dinas atau badan itu sebagai user atau penggunanya saja, kalau sejauh ini untuk persiapan sudah siap, dan insya Allah akan di launching, dan untuk sumber daya manusianya sendiri juga sudah ada untuk sebagai operatornya,” imbuhnya.( Ton )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *