Paruman Sulinggih se-Lombok Berkumpul Bersama PHDI-P NTB

Gatanews.id | Mataram – Pemurnian atau pengembalian kepada tradisi, adat dan budaya Hindu yang sebenarnya terus diupayakan Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat (PHDI NTB). Sebagai langkah awal dalam pemurnian, Sabtu (6/8/2022), PHDI Pemurnian NTB mengumpulkan paruman sulinggih se-Pulau Lombok.

Ketua Pengurus Harian PHDI Pemurnian NTB Pinandita I Komang Rena mengungkapkan bahwa bagi umat Hindu, paruman sulinggih adalah dewan tertinggi yang keputusannya dilaksanakan oleh Parisada.

“Paruman sulinggih adalah dewan tertinggi dari kasta Brahmana, yang merupakan panutan umat Hindu. Jadi, kami sebagai pengurus parisada sepenuhnya taat kepada keputusan paruman sulinggih,” ungkapnya.

Ketua PHDI NTB hasil Lokhasaba Luar Biasa (LLB) itu mengatakan, berkumpulnya paruman sulinggih untuk bermusyawarah yang hasilnya akan menjadi pedoman atau panduan, untuk menentukan arah parisada dalam mencanangkan dan menjalankan program kerja.

Banner Iklan Aruna

“Jadi kita ini akan mengembalikan kepada sulinggih. Apapun keputusan paruman sulinggih selaku dewan pembina parisada, itulah yang akan dijalankan oleh pengurus harian (PHDI, red). Lebih-lebih saat ini telah muncul aliran atau sekte baru, yang disinyalir dapat memecah belah umat dan NKRI,” tegasnya.

“Hal itu yang tidak dilakukan oleh Pengurus Harian PHDI sebelumnya,” imbuh Mangku Rena.

Sementara Ketua Sabha Walaka (Dewan Penasehat) PHDI NTB Anak Agung Made Djelantik ABW. mengatakan, paruman sulinggih sangat diperlukan untuk membina dan mengarahkan kinerja parisada.

“Paruman sulinggih ini memang sudah selayaknya dibentuk, dengan tujuannya bagaimana nanti para sulinggih ini bisa melakukan musyawarah, kemudian memilih ketua untuk bisa mengatur seluruh apa yang menjadi tugas-tugas dalam hal pelaksanaan ritual keagamaan,” ujarnya.

Putra penglingsir Puri Agung Cakranegara sapaan Anak Agung Made itu, berharap kepada umat Hindu NTB tidak ikut-ikutan, dalam sengkarut di tubuh PHDI yang tersebar di media sosial.

“Masyarakat khususnya umat Hindu perlu memahami tentang apa sih sesungguhnya yang terjadi. Jangan kita-ikut evoria dengan pembahasan-pembahasan di media sosial seperti facebook dan instagram,” ucapnya.

“Kita semata-mata memang ingin menegakkan adat istiadat atau budaya kita sebagai Hindu Nusantara,” tandasnya.

Senada dengan Ketua PHDI dan Sabha Wakala, Ketua Majelis Agung Windu Sesukertaning Jagat Lombok I Gede Gunawan Wibisana menjelaskan,ung dalam PHDI terdapat empat elemen yang memiliki peran penting yakni Paruman Pandita, Sabha Pinandita, Sabha Walaka dan Pengurus Harian.

“Keempat elemen itu harus menjadi satu kesatuan utuh dan harus tetap saling berkoordinasi. Keputusan tertinggi ada di paruman sulinggih,” sebut Gunawan.

Untuk diketahui, dalam paruman sulinggih itu terpilih Pedanda Gede Pidada Sebali Keniten sebagai Manggala Paruman Pandita. (Djr/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *