oleh

Tawaran MOU dari KPU Disambut Hangat oleh DPD II KNPI Tana Toraja

Personil DPD II KNPI Tana Toraja yang dinahkodai Restu Tangaka hadir di Kantor KPU Tana Toraja dalam rangka memenuhi undangan silahturahmi dari pihak KPU yang dipimpin langsung oleh Rizal Randa, Ketua KPU Tana Toraja, Rabu (13/07/22).


Bertempat di aula rapat KPU Tana Toraja, Rizal Randa yang didampingi dua komisionernya Rahmat Hidayat dan Intan Parerungan menyampaikan fenomena dan anomali pra pemilihan umum tahun 2024 sebagai tantangan yang harus dihadapi oleh penyelenggara pemilu.


Menuju 2024 kita akan menghadapi fenomena baru yaitu pemilihan umum dan pemilihan serentak sekaligus. Tidak hanya itu anomali yang terjadi saat ini yang tidak kalah pentingnya bahwa ternyata selepas pandemi covid-19, kita lalu diperhadapkan pada persoalan ekonomi global yaitu inflasi yang saat ini juga melanda negara kita, belum lagi ditambah maraknya isu politik identitas dan politik oligarki sebagai persoalan yang harus kita hadapi dan selesaikan bersama sehingga kualitas demokrasi yang kita inginkan dapat kita capai,” ungkap Rizal.

Dalam FGD singkat tersebut Rizal Randa memaparkan pelaksanaan pemilu dengan tingkat kesulitan yang berbeda, olehnya sangat dibutuhkan sumbangsih pemikiran dan tenaga untuk mendorong terlaksananya pemilu dengan baik. Dia mengingatkan para pemuda sebagai agen kontrol agar berpartisipasi secara positif dalam hal memberikan masukan dan juga tenaganya pada penyelenggaraan pemilu.

Banner Iklan Aruna


Ajakan Rizal sejalan dengan 3 poin penting yang disampaikan oleh Restu Tangaka, S.Ag. yang didampingi Bendahara KNPI Marnolinus Ledon, S.Pd. serta bersama beberapa komisi, bahwa kesimpulan dari ke-3 poin yang disampaikan tersebut menilai kehadiran KNPI adalah penting sebagai momentum bagi pemuda dan masyarakat, sudah selayaknya keberadaannya wajib diikutsertakan dalam proses penyelenggaraan pemilu.

Produk FGD yang diharapkan dalam pertemuan tersebut akhirnya bermuara pada ajakan MOU dari pihak KPU kepada DPD II KNPI Tana Toraja untuk terlibat dalam sosialisasi penyelenggaraan pemilu.

Rahmat Hidayat, Komisioner KPU Bidang Divisi Teknis Penyelenggaraan menguatkan ajakan MOU tersebut mengingat pada tahun 2019 angka pemilih pemuda sudah pada kisaran 34% dari total pemilih, sehingga dukungan KNPI untuk memberi kesadaran pentingnya pemilu pada generasi Z dan X adalah sebuah langkah yang strategis. Di tahun 2024 pemilih muda akan mendominasi populasi pemilih.


Tambahan penguatan juga disampaikan oleh Intan Parerungan Komisioner Bidang Divisi Perencanaan, data dan informasi bahwa KPU Tana Toraja menyadari proses pemutahiran data dan permasalahan yang melekat pada proses itu membutuhkan campur tangan setiap pihak, dan KNPI Tana Toraja yang kaya dengan SDM patut berkontribusi di dalamnya untuk mendukung langkah tersebut.

Terkait proses pemutahiran data yang selalu jadi polemik bagi KPU direspon dengan ide oleh Yulianus Lombe yang mewakili Komisi Kaderisasi dan Keanggotaan bahwa dirinya siap berdiskusi dengan pihak terkait dan mengusulkan perlu adanya perbup atau peraturan daerah tentang penerbitan akte kematian dengan cepat bagi DPT yang sudah meninggal namun di database dukcapil dinyatakan masih hidup, karena menurutnya hal itu dialaminya sendiri ketika data sang Ibu yang sudah dinyatakan meninggal ternyata masih terkonfirmasi hidup.

Di samping polemik pemutahiran data yang membutuhkan kinerja rapi semua pihak juga disampaikan dalam FGD tersebut tentang tipikal pemilih milenial yang sulit ditebak pada saat pesta demokrasi di tahun 2024. Oleh karena itu menurut Sumartoyo, S.Pd., M.Si. yang mewakili Komisi Riset dan Pengembangan SDM dan Teknologi DPD II KNPI Tana Toraja mengingatkan pentingnya trust atau kepercayaan dibangun pada basis pemilih muda karena kekuatan money politik belum tentu berlaku untuk mereka dan mereka butuh disegarkan melalui metodologi yang kekinian dan tentu yang efektif berbagi kesadaran dengan mereka adalah kaum muda itu sendiri.

Sehingga untuk mendukung berbagai pendekatan itu, Marnolinus Ledon, S.Pd. menambahkan perlu adanya jargon-jargon edukasi dan pentingnya membangun chemistry (hubungan intim) yang kuat dengan stakeholder terkait, agar baik pemutahiran data, efektifitas sosialisasi penyelenggaraan pemilu bagi generasi milenial, dan tantangan lainnnya dapat ditasi secara bersama, terlebih kehadiran KNPI hari ini di KPU menjadi momentum awal KPU berbagi kinerja untuk menyuseksaskan pemilu 2024 yang sarat dengan anomali dan fenomena.

Kontributor : Sumartoyo
Editor : Hajar Aswad

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.