oleh

Kunjungi Unram, Dubes Uni Eropa Ajak Terapkan Ekonomi dan Digital Hijau

Gatanews.id | Mataram – Duta Besar (Dubes) Uni Eropa H.E. Vincent Piket, Selasa (14/6/2022), berkunjung ke Universitas Mataram (Unram) dan menjadi narasumber dalam Ambassador Talk. pada kesempatan kunjungannya itu, Dubes Uni Eropa menjelaskan pentingnya Green and Digital Economy atau ekonomi hijau dan ekonomi digital.

“Kita harus mencapai tujuan untuk menciptakan pembangunan yang berkelanjutan, belum lagi kita telah mendapatkan laporan krisis perubahan iklim yang perlu kita hadapi bersama,” kata Vincent.

Dalam acara yang digelar di Ruang SIdang Senat Unram itu, Dubes Uni Eropa itu mengatakan bahwa saat ini Eropa memiliki 450 juta penduduk dengan ekonomi kedua terbesar di dunia. Karena itu Uni Eropa memiliki tugas cukup besar, yang salah satunya adalah keinginan untuk menggunakan sumber daya alam (SDA) berkelanjutan.

“Itulah target jangka panjang Uni Eropa yang ingin dicapai. Kita tidak bisa mengupayakan semua hal itu dalam waktu semalam, yang perlu kita lakukan adalah dengan mengupayakan langkah demi langkah,” ujarnya.

Banner Iklan Aruna

Vincent juga menyampaikan melihat banyaknya perbedaan antara Eropa dengan Indonesia. Tidak hanya dari segi cuaca tapi juga lingkungan, budaya dan agama.

“Indonesia memiliki keragaman yang unik,” sebut Vincent.

Selain itu, Dubes Uni Eropa itu juga mengingatkan pentingnya keterlibatan pemerintah, perusahaan dan akademisi dalam target pencapaian peningkatan ekonomi hijau dan ekonomi digital.

“Dalam sektor kimia, kita memiliki masa lalu yang cukup kelam. Terdapat sampah, limbah, polusi dan lain sebagainya. Karena itu kita harus berusaha agar sektor kimia ini dapat berubah menjadi ekonomi hijau dan ekonomi digital,” jelasnya.

“Hal ini untuk bertransisi ke pembangunan yang berkelanjutan,” imbuh Vincent.

Lebih jauh Vincent menjelaskan, salah satu langkah untuk membangun ekonomi hijau dan ekonomi digital adalah dengan membangun kerjasama internasional. Menurutnya, Indonesia memiliki keragaman biodiversitas yang tinggi.

“Hal tersebut adalah aset yang berharga, jika tidak ada alam maka tidak akan ada masa depan. Perlu diingat, kehilangan biodiversitas terjadi setiap waktu,” ucapnya.

Karena itu, Ia mengajak semua pihak untuk bekerja keras mengembalikan kondisi kerusakan tersebut. Vincent menegaskan bahwa ekonomi digital akan membuat kita lebih hemat biaya, hemat tenaga dan hemat energi. Sedangkan ekonomi hijau akan menurunkan dampak negatif bagi lingkungan dengan mengurangi limbah dan polusi.

Acara Ambassador Talk kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dipandu Rektor Unram Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D. Tampak hadir dalam acara tersebut, para Wakil Rektor, Guru Besar, Dekan dan perwakilan mahasiswa lingkup Unram. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.