Opini  

Kadafi Karinah; Potret Ekonomi Dan Politik Kota Langsa

Penulis : Muhammad Kadafi Karinah (Mahasiswa Ilmu Politik Fisip Universitas Syiah Kuala)

Langsa – Gatanews.ID l Kota Langsa merupakan salah satu kota yang berada di provinsi Aceh, Indonesia. Kota Langsa berada pada jarak kurang lebih 400 km dari pusat ibu kota Banda Aceh. Kota Langsa berstatus Kota Administratif yang telah di sesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 64 tahun 1991 tentang Pembentukan Kota Administratif Kota Langsa.

Kota Administratif Langsa disahkan atau diangkat statusnya menjadi Kota Langsa berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 tanggal 21 juni 2001. Langsa sejak lama menjadi bagian dari kemajuan Provinsi Aceh, karena pusat-pusat perekomian sudah dibangun sejak masa pra-kemerdekaan Indonesia. Sehingga daripada itu, Kota Langsa juga terkenal sebagai kota Pendidikan, kota perdagangan, kota kuliner, dan kota wisata.

Dari segi politik, Kota Langsa dipimpin oleh Walikota dan Wakil Walikota, dan didampingi lembaga legislatif DPRK yang beranggotakan 25 orang, yang dipilih secara langsung dalam Pilkada dan Pileg setiap lima tahun sekali. Anggota DPRK Langsa yang saat ini menjabat adalah hasil Pemilu 2019 yang masa jabatannya akan selesai di tahun 2024 mendatang. Sedangkan dari segi ekonomi, Langsa memiliki berbagai sektor pendapatan masyarakat yang terdiri dari industri kelapa sawit, ekonomi laut, pariwisata, perdagangan, dan lain sebagainya.

Berangkat dari dua kondisi diatas, kami tertarik untuk mengelaborasinya lebih lanjut yang didasari kacamata pribadi, untuk bahan diskursus elemen masyarakat Langsa kedepan.

Jika menilik lebih lanjut kondisi politik Langsa, kami menyadari dan menilai bahwa Langsa mengalami stabilisasi yang cukup baik dari waktu ke waktu. Setidaknya dari garis-garis besar yang terlihat dan referensi yang terpublikasi. Dari yang kami kutip melalui Blog mahasiswa Universitas Brawijaya, terdapat beberapa indikasi dalam menilai stabilisasi politik di suatu daerah.

Diantaranya partisipasi politik, berjalannya fungsi pemerintahan dengan maksimal, dan fungsi pengawasan oleh masyarakat yang baik.
Pertama, partisipasi politik langsa terbilang cukup baik. Karena masyarakat dalam kontestasi Pemilu cenderung berpartisipasi atau banyak yang ikut serta dan memberikan suaranya kepada calon-calon yang berkontestasi.

Fungsi pemerintahan atau eksekutif berjalan dengan baik. Setidaknya roda birokrasi dijalankan oleh para aparatur negara sebagaimana mestinya. Walau terkadang masih ada ditemui perilaku amoral yang ditunjukkan, namun masih dalam intensitas yang rendah. Terakhir ketiga, fungsi pengawasan oleh masyarakat Langsa tergolong baik. Misalnya ketika mayarakat diihadapi persoalan ekonomi, sosial, dan politik. Masyarakat Langsa sadar akan kondisi-kondisi tersebut, bahkan didalam intensitas tertentu, masyarakatpun melalui mahasiswa melakukan beberapa bentuk unjuk rasa dan didukung aksi tersebut didukung oleh elemen masyarakat. Karena tingkat kepekaan sosial dikalangan masyarakat Langsa tergolong baik dan aktif.

Sedangkan dari segi ekonomi, sumber pendapatan masyarakat yang telah kami sebutkan diawal sebelumnnya, masih belum tepat sebagai sektor utama ekonomi masyarakat perkotaan pada umunya. Pemko Langsa masih berfokus pada sektor ekonomi masyarakat yang mainstream atau konvensional. Seperti misalnya sektor wisata alam yang peningkatan kualitas pengelolaan dan pendapatannya cenderung mengalami stagnansi. Belum ada usaha baru untuk menembus persoalan tersebut. Sudah seharusnya solusi dan sektor baru mulai diberdayakan untuk mewujudkan kota Langsa yang lebih maju.

Menurut hemat kami, Pemerintah Kota Langsa seharusnya sudah memulai industrialisasi pasar dan membuka keran investasi yang besar bagi investor untuk meningkatkan perekomian Kota Langsa. Karena dari segi industri, Langsa masih minim akan industri pabrik yang berkontribusi dalam meingkatkan penghasilan dan kesejahteraan masyarakat Langsa. Bukan hanya industrialisasi, dibanyak kota-kota besar sektor ekonomi kreatif dan pariwisata merupakan salahsatu jalan alternatif dalam peningkatan ekonomi. Namun hal ini tampaknya belum dijalankan sepenuhnya oleh pemerintah Langsa.

Diakhir kata kami ingin menyebutkan bahwa Kota Langsa harus dikelola dengan lebih baik dalam rangka mewujudkan Kota Langsa yang lebih maju dan sejahtera. Untuk itu kami mengajak seluruh elemen masyarakat termasuk pemerintah untuk terus menjaga kestabilan politik dan bekerjasama dalam meningkatkan perekonomian kota Langsa. Selain itu dibutuhkan konsistenssi sikap kritis masyarakat dan sikap keterbukaan pemerintah dalam menjawab persoalan yang diaspirasikan masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *