Binkam  

Polisi di Lingsar Genjot Sambang Warga, Dari Mediasi Tanah Hingga Imbauan Anti 3C

Gatanews|Lombok Barat – Aktivitas Bhabinkamtibmas di wilayah hukum Polsek Lingsar, Selasa (21/4/2026), terlihat padat. Mulai dari mediasi sengketa lahan hingga sambang warga, semua digelar demi menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Di Desa Saribaye, mediasi sengketa jual beli tanah seluas 300 meter persegi, berlangsung di kantor desa sejak pukul 11.00 Wita. Proses ini melibatkan dua pihak, yakni H. Kadek sebagai pihak pertama (pembeli) dan Sukinah sebagai pihak kedua (penjual).

Hasil pertemuan mengarah pada kesepakatan damai. Lahan dikembalikan ke pihak kedua lantaran pembayaran belum tuntas. Kedua belah pihak sepakat menutup persoalan secara kekeluargaan dengan surat perdamaian.

Kapolsek Lingsar Iptu Herwin Jonathan Nababan, S.Tr.K., saat dikonfirmasi terpisah menegaskan peran aktif personel di lapangan.

“Bhabinkamtibmas hadir sebagai problem solver di tengah masyarakat. Pendekatan kekeluargaan jadi prioritas, agar persoalan cepat selesai tanpa konflik berkepanjangan,” ungkapnya.

Selain mediasi, kegiatan lain juga berjalan di Desa Gegelang. Penyaluran insentif lembaga desa digelar di kantor desa sejak pagi. Dana bersumber dari ADD, DD, serta BHP diserahkan langsung kepada penerima.

Dalam kesempatan itu, Bhabinkamtibmas menyisipkan pesan kamtibmas. Warga diingatkan tetap waspada terhadap potensi kejahatan 3C yang belakangan marak.

Kegiatan berlanjut dengan sambang ke sejumlah titik. Mulai dari wilayah Majapahit, Gegelang Nunjet, hingga Gegelang Dasan dan Bantek. Polisi menyapa warga, tokoh agama, hingga masyarakat yang sedang menggelar hajatan.

Setiap kunjungan diisi dialog santai, sekaligus imbauan menjaga keamanan lingkungan. Sinergi dengan Babinsa juga tampak saat kegiatan door to door system di wilayah Bantek.

Kapolsek Lingsar kembali menekankan pentingnya komunikasi langsung dengan masyarakat.

“Kehadiran polisi di tengah warga bukan sekadar patroli. Ini upaya membangun kedekatan, mendengar langsung keluhan, sekaligus mencegah potensi gangguan kamtibmas sejak dini,” katanya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan terkendali. Polisi berharap pola pendekatan humanis tersebut, terus memperkuat rasa aman di tengah masyarakat Lingsar.(djr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *