Opini – Gatannnews.id l Bulan Ramadan adalah waktu yang istimewa. Pada bulan ini umat Islam berpuasa untuk kembali kepada Allah. Puasa tidaklah mudah. Orang harus menahan lapar dan haus sepanjang hari sambil tetap melakukan aktifitasnya. Butuh pengorbanan besar untuk bisa menunaikan puasa penuh.
Mengapa bulan puasa memang sangat istimewa sehingga orang mau melakukannya? Apa sajakah keistimewaan bulan puasa Ramadan?
Keistimewaan Bulan Puasa Ramadan Mukmin percaya masa Ramadan adalah saat yang spesial. Ada banyak keistimewaan bulan puasa Ramadan yang berbeda dari bulan-bulan yang lainnya. Bulan Ramadan adalah waktu untuk menahan diri dari nafsu. Waktu fokus untuk beribadah kepada Allah. Juga waktu memperhatikan orang-orang yang kurang mampu.
Demikian juga menurut kepercayaan Muslim bahwa salah satu ke keistimewaan bulan puasa Ramadan yang utama adalah sebagai waktu Al-Quran turun. Ada malam Lailatul Qodar yang dikatakan lebih berharga dari 1000 bulan.
Hasil Yang Ingin Tercapai Pada Bulan Ramadan fKarena semua keistimewaan ini maka pada puasa Ramadan umat Islam melakukan banyak ibadah dan doa. Dengan harapan agar bisa mendekatkan diri kepada Allah.
Tujuan semua ini adalah agar mendapatkan hidayah. Mukmin sangai rindu untuk mendapatkan shiratal mustaqim yaitu jalan yang lurus. Kerinduan utama Mukmin adalah agar mendapatkan pencerahan-Nya untuk jalan yang lurus.
“(Ya Allah). Tunjukilah kami jalan yang lurus (shiratal mustaqim), yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat” (Qs 1:6-7).
“Shiratal mustaqim adalah jalan yang jelas dan gamblang yang bisa mengantarkan menuju Allah dan surga-Nya . . .”
Niat untuk mendekatkan diri kepada Allah adalah sangat baik. Namun, manusia banyak khilaf. Sangat sulit mendapatkan hidayah-Nya. Ibadah manusia ada batasannya. Allah Maha Kudus. Manusia tidak sempurna.
Apakah semua dosa manusia sepanjang tahun cukup tertutupi dengan puasa satu bulan? Apalagi jika banyak dosa dan khilaf dalam kehidupan. Pernahkah saudara melanggar satu perintah Allah? Apakah puasa kita bisa selalu sempurna? Berikan pendapat Anda di sini.
Jalan Lurus yang Sebenarnya ialah sejarah manusia mencari jalan yang benar. Namun, hanya ada satu Pribadi yang menyatakan bahwa Dialah jalan yang lurus kepada Allah. Yaitu Isa Al-Masih.
“Kata Yesus [Isa Al-Masih] kepadanya: ‘Akulah jalan . . .’” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
Niat beribadah dan berpuasa sangat baik. Hanya saja manusia penuh kelemahan dan sering berdosa. Mustahil untuk mentaati semua perintah agama dengan sempurna.
Banyak dosa dan kesalahan yang ada dalam hidup manusia. Banyak niat baik yang tidak tercapai. Manusia rentan tersesat dalam berbagai maksiat.
Isa menjadi jalan yang lurus untuk menolong manusia. Barangsiapa percaya kepada Isa maka akan mendapatkan hidayah yang sejati. Isa Al-Masih menolong manusia yang penuh kesalahan. Melalui-Nya kita bisa beroleh pertolongan untuk selamat.
“Dialah [Isa Al-Masih] yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita” (Injil, Rasul Besar Matius 8:17).
Mari percaya kepada Isa. Dialah yang bisa menolong kita yang perlu pertolongan. Isa akan menunjukkan jalan menuju selamat jika sungguh-sungguh minta kepada-Nya.(*)












