Mataram – Dalam upaya implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melalui Gerakan Membangun Desa, Jumat (11/3/2022), Universitas Mataram melakukan evaluasi melalui Seminar Nasional yang dikemas dalam Gelar Wicara Unram, mengusung tema “Implementasi MBKM Melalui Gerakan Membangun Desa”.
Seminar nasional yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unram itu, menghadirkan narasumber andal diantaranya Direktur PPSBK Kementerian Desa PDTT Dr. Bonivasius P. Ichtiarto, S.Si., M.Eng., pembicara dari BKKBN Provinsi NTB Drs. Samsul Anam, M.P.H. serta dari Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB Andi Pramaria, M.Si.
Rektor Unram Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D., dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pembangunan dengan berbagai dimensi di dalamnya, tidak akan dapat dilakukan secara utuh dan menyeluruh oleh pemerintah semata. Karenanya, kiprah perguruan tinggi diharapkan akan dapat membantu pemerintah, dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan dalam kerangka pembangunan kolaboratif.
“Keterbatasan pelaksanaan kegiatan pengabdian dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata atau KKN di masa pandemi, pada kenyataannya tetap menghasilkan output kegiatan yang cukup baik, karena didukung antusiasme civitas akademika, pemerintah desa dan masyarakat yang sangat tinggi,” ungkapnya.
Rektor Unram berharap output kegiatan seminar nasional tersebut dapat dilaksanakan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat.
“Ini merupakan salah satu upaya Unram untuk menjawab fungsi perguruan tinggi, sekaligus bentuk kontribusi kampus sebagai mitra pemerintah, dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan pada berbagai tingkatan,” kata Prof. Bambang.
Sementara Ketua Panitia Seminar Nasional Dr. Sitti Hilyana, M.Si. dalam laporannya, menyampaikan bahwa tujuan seminar nasional yakni untuk menyampaikan informasi, sekaligus memaparkan wujud karya nyata Unram sebagai center of excellent, dalam mengawal dan menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan di desa.
“Pelaksanaan semnas pengabdian merupakan momentum dan ruang, untuk mengevaluasi seberapa berapa besar magnitude dan peran yang telah kita toreh Bersama, dalam pendampingan di 365 desa,” ujar Hilyana.
“Dalam dua hari ini, mudah-mudahan bisa tergambar sharing Unram dalam mengawal pembangunan,” harapnya.
Lebih jauh Hilyana menuturkan, sistem pelaksanaan KKN dan kerjasama ke depan didesain dengan pola lelang desa binaan. Hal itu dimaksudkan agar para peneliti dan pengabdi dari Unram, dapat memilih desa binaan sesuai kebutuhan dan permasalahan yang ada di masing-masing lokasi.
“Kita berharap khususnya para guru besar, doktoral dan master memberikan kontribusi keilmuannya secara fokus pada satu lokasi atau kawasan, sehingga permasalahan di desa dapat terjawab secara komprehensif,” ucapnya.
Untuk diketahui, mengingat pandemic Covid-19 yang akhir-akhir ini memunculkan varian baru, sebagai bentuk komitmen terhadap penanganan pandemi, seminar nasional itu dilaksanakan secara online (daring). (red)










