GataMnews.id | Anjing liar yang berada di sekitar Sirkuit Mandalika kerap menjadi perhatian banyak orang, pasalnya anjing liar tersebut sampai masuk ke dalam Sirkuit yang tentu saja berbahaya jika sedang ada Event balap seperti MotoGP.
Hal tersebut menjadi “PR” banyak pihak agar gelaran-gelaran balap yang diselenggarakan di Pertamina Mandalika Street Sirkuit aman dari gangguan apapun termasuk anjing liar yang banyak berkeliaran di sekitar Sirkuit.
Terkait hal tersebut, ITDC meminta Kementrian KLHK dimana kemudian KLHK menunjuk BKSDA Provinsi NTB untuk menangani anjing liar tersebut.
Sukiman, tim dari BKSDA menerangkan karena kurangnya alat, BKSDA menggandeng Lombok Animal Rescue (LAR) untuk membantu mengamankan anjing liar di Sirkuit dengan cara yang layak.
“Untuk evakuasi anjing liar, kita terbatas alat, jadi kami meminta bantuan ke LAR yaitu pak drh. Gde untuk membantu menangkap anjing liar tersebut,” terangnya.
Senada dengan Sukiman, drh. Gde Sudiana yang ditemui di shelter juga menerangkan hal yang sama. Dimana dirinya diminta untuk menangkap anjing liar tersebut dengan layak, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan ketika ada balapan di sirkuit.
“Jadi dalam rangka Pra-musim MotoGP, kan disini banyak anjing liar, jadi saya menjadi NGO dari pihak BKSDA untuk penangkapan anjing liar, dengan syarat harus ada shelter yang memadai untuk anjing-anjing tersebut agar tidak terlantar, kami menangkap dengan tidak menyakiti, anjingnya dibius lalu kami bawa ke shelter untuk kemudian di cek dan dipastikan kesehatannya,” jelas drh. Gde.
Gde Arta dari tim operasional mandalika menjelaskan penangkaran dan fasilitas anjing liar tersebut di sediakan oleh ITDC.
“Penangkaran dan fasilitas untuk anjing liar tersebut disediakan oleh ITDC, luas penangkarannya sekitar 2100m² dan kemudian nanti akan dikelola oleh yayasan peduli animal,” jelasnya.
Ang.












