Gatanews.id|Lombok Barat – Respon cepat ditunjukkan personel Polsek Lingsar, saat perselisihan warga muncul di Dusun Karang Bayan Timur, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat. Tak menunggu masalah berkembang, Selasa (22/9/2026), Bhabinkamtibmas Desa Karang Bayan Aiptu I Ketut Kertayasa langsung mempertemukan kedua pihak dan mendorong penyelesaian secara kekeluargaan.
Perselisihan bermula sehari sebelumnya, Senin (21/9/2026), saat seorang pelajar inisial SH (17) terjatuh setelah melewati selang air di depan rumahnya. Kesal dan belum mengetahui fungsi selang tersebut, SH melontarkan ucapan tidak pantas kepada warga berinisial D (61).
“Begitu mendapat informasi terkait percekcokan tersebut, personel kami langsung berkoordinasi dengan kepala dusun untuk mempertemukan kedua pihak,” kata Iptu Dayu.
Dikatakan, Aiptu Kertayasa kemudian menggali persoalan dari kedua pihak, hingga diketahui selang itu dipakai untuk pembangunan sumur bor PAM SIMAS untuk kebutuhan warga sekitar. Penjelasan tersebut membantu meredakan kesalahpahaman yang memicu perselisihan.
“Kami selalu mendorong para Bhabinkamtibmas mengedepankan komunikasi dan mediasi, supaya persoalan kecil tidak berkembang menjadi konflik,” ujar Iptu Dayu.
Mediasi digelar di Dusun Karang Bayan Timur dengan menghadirkan kedua pihak dan saksi. Polisi mengarahkan penyelesaian secara damai, yang selanjutnya pihak pelajar mengakui kesalahan dan menyampaikan permintaan maaf.
“Kami meminta kedua pihak saling memahami dan menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan,” katanya.
Kesepakatan kemudian dituangkan dalam surat pernyataan perdamaian bermaterai. Pihak pelajar juga berjanji tidak mengulangi perbuatannya dan siap mengikuti proses hukum, jika kejadian serupa terulang.
“Langkah mediasi ini kami lakukan agar situasi tetap aman dan hubungan antarwarga kembali baik,” tutur Iptu Dayu.
Respon cepat Bhabinkamtibmas menjadi bagian dari upaya Polsek Lingsar menjaga harkamtibmas hingga tingkat dusun. Polisi tidak hanya menangani persoalan setelah membesar, tetapi juga mendorong penyelesaian sejak awal melalui komunikasi dan pendekatan persuasif.
“Kami akan terus hadir di tengah masyarakat, untuk mencegah setiap persoalan berkembang menjadi gangguan kamtibmas,” pungkas Iptu Dayu.












