GataNews.id | Uji organoleptik produk pangan merupakan suatu cara penilaian dengan memanfaatkan panca indera manusia untuk mengamati tekstur (indra peraba), warna (indra penglihatan), aroma (indra penciuman, dan rasa (indra pengecap).
Desa Gelangsar yang berada di kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat merupakan Desa dengan kekayaan alam dan hasil perkebunan yang melimpah. Desa ini juga merupakan sentral pembuatan gula merah dengan lahan hutan yang dipenuhi oleh pohon aren.
Mahasiswa KKN TEMATIK Universitas Mataram (UNRAM) dengan tema Desapreneur melaksanakan kegiatannya selama 45 hari terhitung dari tanggal 27 Desember 2021–10 Februari 2022.
Para mahasiswa tersebut diwajibkan untuk membuat program berdasarkan bidang keilmuannya dan dari sepuluh mahasiswa yang ada di posko KKN Desa Gelangsar terdiri dari berbagai macam bidang kelimuan. Seperti Teknik sipil, Teknik informatika, hukum, pertanian, peternakan, ekonomi pembangunan, program guru SD, farmasi dan Kimia.
Berbagai program kerja telah dirancang oleh mahasiswa-mahasiswa tersebut, guna meningkatkan UMKM yang ada di Desa Gelangsar, salah satunya yakni melakukan pelatihan variasi produk gula merah disertai dengan sosialisasi dan praktik uji organoleptik produk gula semut. Salah satu mahasiswa KKN tersebut yang berasal dari prodi Kimia FMIPA mengundang dosennya yaitu Bapak Arben Virgota, S.Pi., M.Si menjadi narasumber dalam acara tersebut.
Bapak Arben Virgota menyatakan bahwa acara semacam ini akan menjadi acara yang sangat bermanfaat bagi masyarakat desa, tentunya menjadi suatu pengalaman yang sangat bermanfaat bagi pihak UMKM dan masyarakat di Desa Gelangsar sendiri dan juga akan sangat baik dilakukan oleh karena dapat menjadi ajang untuk memperkenalkan bagaimana cara menilai suatu produk pangan dengan hanya mengandalkan indra manusia.
Pada senin 24 Januari 2022, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) TEMATIK Tema Desapreneur Universitas Mataram (UNRAM) 2021/2022 melakukan sosialisasi dan praktik uji organoleptik produk pangan gula semut di Desa Gelangsar Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, NTB.
Sosialisasi dan praktik tersebut dihadiri oleh UMKM gula merah, staf desa Gelangsar dan beberapa masyarakat dan ibu-ibu PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) yang hendak membuka UMKM dengan produk yang berbeda. Antusias warga masyarakat desa Gelangsar ditanggapi secara positif oleh Kepala Desanya.
“Acara sosialisasi dan praktik uji organoleptik semacam ini baru pertama kali dilakukan di Desa kami dan saya pribadi sangat mengapresiasi mahasiswa KKN TEMATIK Desapreneur yang telah mengadakan acara ini, sehingga masyarakat dan UMKM kami di sini dapat pengetahuan yang baru dalam hal meningkatkan kualitas produknya” tandasnya.
Hasil uji organoleptik antara Gelangsar Gula Semut (GGS) dengan gula semut stick yang di produksi oleh UMKM X yaitu dari 15 panelis (golongan tidak terlatih) memberikan tanggapan bahwa GGS (Gelangsar Gula Semut) mulai dari warna, aroma, tekstur dan kemanisan dengan nilai rata-rata berturut-turut adalah 5,2; 4,8; 5,2; dan 4,8 lebih unggul dibandingkan dengan gula semut yang diproduksi oleh UMKM X dengan nilai rata-rata 3,0; 2,8; 3,5; dan 4,2.
Kegiatan praktik uji organoleptik ini juga diteruskan pada Minggu pagi, 30 Januari 2022 di jalan Udayana dalam acara CFD (Car Free Day) oleh ibu-ibu PKK dengan didampingi oleh mahasiswa-mahasiswa KKN tersebut. Kegiatan ini ditanggapi positif oleh masyarakat atau peserta CFD pada hari itu dan tentu memberikan pengalaman baru bagi ibu-ibu PKK dalam hal mengetahui kekurangan dan kelebihan dari produknya.
Hasil Uji organoleptik (uji kesukaan) dari produk GGS dengan 21 panelis (rentang usia 21-45 tahun) ini memberikan tangapan bahwa produk GGS (Gelangsar Gula Semut) dari segi aroma, warna, rasa, tekstur, dan kemasan rata-rata memberikan tanggapan suka sampai dengan tanggapan sangat suka.
Acara sosialisasi dan praktik ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk menilai produk UMKM yang ada di desa Gelangsar sehingga para UMKM yang ada di Desa tersebut mempunyai skill yang lebih dalam menilai dan membandingkan produk mereka dengan produk pesaing.
Selain itu diharapkan pula pihak UMKM dapat melakukan uji organoleptik pada produknya sehingga dapat menambah pengembangan produk dan perluasan pasar, penguasaan mutu dalam hal bahan mentah, produk dan komoditas, dan menjadi evaluasi penggunaan bahan, formulasi, dan peralatan baru yang mungkin dapat menambah kualitas produk-produk UMKM di Desa Gelangsar.
Jess/Ang.












