Bantah Isu Aliran Dana Rp 31 M, Bang Zul Persilakan Audit NTB Care

Gatanews.id, Mataram | Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2018–2024, Dr. H. Zulkieflimansyah, akhirnya angkat bicara terkait tudingan aliran dana hibah kepada lembaga NTB Care yang disebut-sebut mengalir ke dirinya.

Melalui akun media sosial pribadinya, Senin (4/5), pria yang akrab disapa Bang Zul itu menegaskan, tuduhan tersebut tidak berdasar dan perlu diluruskan agar tidak berkembang menjadi persepsi publik yang keliru.

“Saya sebenarnya agak malas merespons hal-hal yang sudah berlalu. Tapi kadang terpaksa juga harus dilakukan agar tidak melebar ke mana-mana,” tulisnya.

Bang Zul menilai, jika isu tersebut dibiarkan tanpa klarifikasi, dikhawatirkan akan dianggap sebagai kebenaran oleh masyarakat. Apalagi, menurutnya, isu tersebut dibingkai dengan tujuan tertentu.

“Kalau tidak direspons, lama-lama orang bisa mempersepsikannya sebagai sebuah kebenaran,” ujarnya.

Ia mengaku heran dengan munculnya tudingan yang menyebut dana NTB Care sebesar Rp31 miliar mengalir ke rekening pribadinya. Menurutnya, angka tersebut tidak masuk akal dan terkesan mengada-ada.

“Tiba-tiba ada tuduhan dana NTB Care mengalir Rp31 miliar ke saya pribadi. Ini keterlaluan juga,” tegasnya.

Meski demikian, Bang Zul mempersilakan jika memang ada pihak yang ingin melakukan audit terhadap program NTB Care. Ia menilai, langkah tersebut lebih tepat dibandingkan polemik yang berkembang di ruang publik.

“Kalau mau diaudit, audit saja. Tidak usah ribut ke sana kemari,” katanya.

Ia juga mengungkapkan telah berkomunikasi dengan mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) NTB, Rizal Dilaga, untuk memastikan informasi tersebut. Dari hasil komunikasi itu, disebutkan tidak pernah ada pemberian hibah dalam jumlah besar kepada NTB Care.

“Tidak ada kita pernah kasih hibah sampai ratusan miliar ke NTB Care. Kita hanya pernah membantu satu unit sepeda motor untuk operasional,” ungkapnya.

Lebih jauh, Bang Zul menjelaskan, keberadaan NTB Care pada masa kepemimpinannya merupakan bentuk respons terhadap masih banyaknya masyarakat yang belum terlayani secara optimal oleh program pemerintah.

Menurutnya, NTB Care berfungsi sebagai gerakan sosial dan moral untuk menjembatani kebutuhan masyarakat yang mendesak, seperti bantuan kursi roda, transportasi, hingga biaya pengobatan.

“Program NTB Care itu sederhana, tapi membantu. Kalau ada masyarakat butuh bantuan cepat, bisa langsung ditangani lewat koordinasi dengan dinas terkait,” jelasnya.

Ia pun menyayangkan narasi yang berkembang saat ini seolah-olah terdapat praktik korupsi dalam jumlah besar di balik program tersebut.

“Kok sekarang jadi seram, seakan-akan ada korupsi ratusan miliar,” ucapnya.

Di akhir pernyataannya, Bang Zul meyakini isu tersebut bukan berasal dari pimpinan daerah saat ini, melainkan pihak-pihak tertentu yang menyebarkan informasi tidak tepat.

“Saya yakin ini bukan dari Pak Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur. Pembisik-pembisik ini jangan kelewatan,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *