Gatanews.id || Lombok Timur – Organisasi Kepemudaan Front Mahasiswa Nasional (FMN) Lombok Timur menggelar aksi damai dalam bentuk mimbar bebas yang berlokasi di Simpang 4 BRI Selong, kecamatan selong, kabupaten Lombok Timur (Lotim).Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada minggu sore(3/5/2026).
Aksi yang dipimpin langsung oleh Ketua FMN Lotim, Rifai, selaku koordinator umum diikuti sekitar 14 orang peserta. Dalam kegiatan tersebut, massa aksi menyampaikan aspirasi melalui orasi secara bergantian dengan menggunakan perangkat aksi berupa pengeras suara, bendera, dan selebaran.
Dalam orasinya, mereka menyebut jaminan kesejahteraan buruh dan keluarganya, kemudian penolakan terhadap praktik monopoli serta perampasan tanah dan ruang hidup rakyat, hingga dorongan terhadap kebijakan pendidikan yang lebih terjangkau dan berpihak kepada masyarakat.
Massa aksi juga menyoroti pentingnya sistem pendidikan nasional yang ilmiah, demokratis, serta mengabdi kepada kepentingan rakyat.
Sebelum pelaksanaan aksi, jajaran Polres Lombok Timur melaksanakan apel persiapan pengamanan yang dipimpin oleh Kasubag Kerma Polres Lotim, AKP Mukhsin.
Dalam arahannya, seluruh personel diinstruksikan untuk mengedepankan pendekatan humanis serta menjaga situasi tetap kondusif, termasuk melakukan pengaturan arus lalu lintas agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.
Selain itu, dalam orasinya ia juga menyampaikan refleksi terhadap makna May Day dan Hardiknas sebagai momentum perjuangan hak-hak rakyat, termasuk kritik terhadap sejumlah kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada masyarakat.
Aksi mimbar bebas tersebut berlangsung selama kurang lebih satu jam mulai pukul 05:00 WITA dan berakhir pada pukul 18.00 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Selanjutnya, massa aksi membubarkan diri dengan tertib.
Kasi Humas Polres Lombok Timur, IPTU Lalu Rusmaladi, menyampaikan bahwa kegiatan mimbar bebas yang dilakukan FMN Lotim merupakan bagian dari penyampaian aspirasi dalam momentum peringatan hari besar nasional.
Ia juga menilai bahwa selama ini FMN Lotim konsisten mengedepankan pola aksi damai tanpa melakukan unjuk rasa yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
“Secara umum, kegiatan berjalan aman dan kondusif. Penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib dan tidak mengganggu stabilitas kamtibmas di wilayah hukum Polres Lombok Timur,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa ke depan, pola aksi mimbar bebas yang dilakukan oleh FMN Lotim diperkirakan masih akan terus menjadi pilihan dalam menyampaikan aspirasi pada momen-momen tertentu.












