Daerah  

Soroti Peran GP Anshor, Gubernur NTB Sebut Kaderisasi Jadi Kunci Perubahan

Gatanews|Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal menyoroti pentingnya peran pemuda, khususnya GP Anshor NU dalam mendorong perubahan bangsa. Hal tersebut disampaikan Lalu Iqbal, Jumat (6/2/2026), saat menghadiri peringatan Harlah NU ke-100 dan PKL GP Anshor NU NTB di Kantor PWNU setempat.

Iqbal menilai jumlah pemuda di Indonesia mencapai sekitar 22 persen dari total populasi. Angka tersebut menyimpan potensi besar jika dibarengi pembinaan terarah, melalui proses kaderisasi yang terencana serta berkelanjutan.

Menurutnya, kaderisasi tidak hanya terkait kebutuhan internal organisasi. Proses tersebut juga memberi dampak luas bagi pembangunan daerah, serta penguatan gerakan sosial di tengah masyarakat.

Ia juga menilai stabilisasi serta pelatihan kader, perlu dipahami sebagai proses peningkatan kapasitas komunitas. Pendekatan tersebut membuka ruang lahirnya generasi pemimpin baru dengan kemampuan memadai.

Iqbal mengapresiasi langkah Majelis Ijtima Pemuda (MIP), yang aktif menggelar proses stabilisasi serta pelatihan dengan peserta dalam jumlah besar.

“Perubahan yang efektif hanya bisa lahir dari niat baik, yang dibarengi dengan kemampuan yang baik. Dengan itu, politik dan gerakan sosial dapat menjadi ruang pengabdian yang sehat dan produktif,” ungkap Gubernur Iqbal.

Ia juga berharap kegiatan pelatihan kader mampu menjangkau hingga tingkat akar rumput. Materi pelatihan diharapkan memuat konteks lokal seperti informasi daerah, budaya, hingga berbagai tantangan sosial di masyarakat.

Keselarasan visi antara organisasi kepemudaan dan pemerintah daerah juga dinilai penting, agar pembangunan nasional berjalan seiring dengan kebutuhan daerah.

Ketua Tanfidziyah PWNU NTB TGH. Masnun Tahir, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai penguatan kader menjadi bagian penting, dalam menjaga keberlanjutan organisasi.

“Generasi muda adalah penerus amanah yang akan menghadapi transformasi sosial, politik, dan kebudayaan, sehingga harus disiapkan dengan nilai dan kapasitas yang utuh demi kemaslahatan umat dan keutuhan bangsa,” ujar Masnun Tahir.

Sementara Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor NTB Irpan Suriadiata, memaparkan perkembangan organisasi di tingkat wilayah. Dari 89 pendaftar, sebanyak 43 kader dinyatakan lolos tahap administrasi serta wawancara, sebagai calon pemimpin GP Ansor tingkat cabang.

Irpan juga menyebut penguatan struktur organisasi terus berjalan hingga ke tingkat desa. Saat ini pembentukan ranting telah menjangkau sekitar 50 desa di berbagai wilayah NTB.

“Semua ini dilandasi kecintaan pada desa dan diwujudkan melalui kerja nyata sebagai bentuk pengabdian. Organisasi dibangun dengan pikiran, jiwa, dan materi secara mandiri agar memiliki daya tahan, kemandirian, dan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Irpan.

Forum tersebut juga menjadi momentum penguatan sinergi antara gerakan pemuda dan pemerintah daerah, dalam mendorong pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat. GP Ansor di NTB diharapkan ikut berperan aktif, memberi gagasan serta solusi bagi berbagai persoalan daerah.(djr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *