Gatanews|Lombok Barat – Ada yang bilang masa remaja itu masa paling indah. Tapi di Gegerung, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, sempat berubah jadi masa paling sensitif. Semua bermula dari raungan knalpot motor yang dianggap “nada sindiran”, sampai akhirnya memicu emosi dua remaja, inisial JP alias Jam dan RMP alias Angga. Untungnya, personel Polsek Lingsar sigap lakukan upaya rekonsiliasi yang berujung damai.
Untungnya, sebelum “konser knalpot vs emosi” itu berubah jadi duel jalanan, Senin (01/12/2025), Bhabinkamtibmas Desa Gegerung Aipda Sutaryono langsung gas pol menuju Kantor Desa Gegerung.
Di sana, bukan cuma kedua remaja yang hadir, tapi juga Kepala Desa Gegerung, Kadus Orong Utara, Kadus Jelateng Timur, kedua orang tua masing-masing remaja. Suasana awal pertemuan sempat tegang. Tapi bukan karena mau ribut, lebih karena malu-malu kucing setelah “kejadian ludah” kemarin.
Ceritanya begini, Angga menggeber motor, suara knalpotnya bikin Jam tersinggung. Balasannya? Jam meludah, Angga makin naik tensi. Klise memang, tapi cukup bikin suasana dusun riuh.
“Namanya anak muda, emosinya kayak BBM pertamax. Cepat nyala. Tapi kita alihkan jadi energi positif aja, jangan sampai diarahkan ke hal yang merugikan,” kata Kapolsek Lingsar, Iptu Herwin Jonathan Nababan, S.Tr.K., saat dikonfirmasi.
Menurut Herwin, gesture memaafkan lebih keren daripada gesture pukulan. “Yang bikin laki-laki terlihat hebat, bukan seberapa kencang knalpotnya atau seberapa kuat bogemnya, tapi seberapa dewasa dia menyelesaikan masalah. Dan hari ini mereka sudah nunjukin itu,” tegas Iptu Herwin.
Hasil mediasi pun manis, kedua pihak saling memaafkan, sepakat tak mengulangi hal yang menyinggung, apalagi yang memancing keributan. Kalau ini film pendek, mungkin judulnya “Knalpot vs Ludah, Hatiku Memilih Berdamai”.
Selain menangani mediasi remaja, jajaran Polsek Lingsar melalui Bhabinkamtibmas juga melaksanakan beberapa kegiatan penting lainnya, antara lain memantau pertemuan di Aula Kantor Desa Sigerongan. Kegiatan dihadiri Kades Sigerongan, Camat Lingsar diwakili Kasi Litbang, Sekdes, BPD, Tim Penyusun RKP, hingga para kadus.
Fokus rapat yakni menyesuaikan anggaran dengan kondisi riil, memastikan transparansi, partisipasi masyarakat, prioritas fisik dan non-fisik, hingga penguatan program ketahanan pangan.
Sementra Aipda I Gede Panca Adiyana dan Babinsa Pelda Manafe, memonitor pencairan BLT tahap IV untuk Oktober–Desember 2025. Dimana
setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM), menerima Rp 900 ribu untuk 3 bulan (Rp 300 ribu per bulan), dengan total 21 penerima.
Sedangkan Aipda Panca Adiyana menyambangi warga di Dusun Leong, menguatkan silaturahmi, dan memberi imbauan kamtibmas terkait cuaca ekstrem, kesehatan, dan kewaspadaan terhadap 3C (curat, curas, curanmor).
Tak hanya itu, Bhabinkamtibmas Desa Karang Bayan Aipda I Ketut Kertayasa melakukan silaturahmi dengan kadus membahas keresahan aktivitas pemuda, pembinaan terhadap oknum yang mencuri tabung gas, himbauan kondusivitas kamtibmas dan antisipasi 3C, pemantauan cuaca dan dialog dengan warga binaan.
Di tempat lain, Bhabinkamtibmas Gegelang Bripka Sapwan mendatangi PAUD Sinar Hati, untuk memonitor program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta memastikan tak ada keluhan dan gangguan kamtibmas pada lingkungan pendidikan.
Demikianlah, hari pertama di pekan pertama bulan Desember 2025, persinel Polsek Lingsar bukan cuma sibuk, tapi juga produktif dan humanis. Kalau boleh dirangkum dengan vibe anak kekinian “Polisi Lingsar nggak cuma jagoan nangkap, tapi juga jagoan ngedamaiin”.(djr)












