Gatanews.id|Mataram – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram, terus memacu diri meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani atau WBBM. Setelah sebelumnya berhasil menyandang predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada 2021, kini BBPOM Mataram berkomitmen meningkatkan integritas, pelayanan publik, dan tata kelola organisasi menuju birokrasi yang profesional dan berkelas dunia.
Kepala BBPOM di Mataram, Yosef Dwi Irwan Prakasa, S., S.Si., Apt., Senin (22/9/2025), saat media gathering menjelaskan jika capaian tersebut tidak lepas dari kerja keras seluruh tim yang solid.
“Saya bangga dengan teman-teman, baik dari fungsi inspeksi pengawasan, informasi komunikasi, hingga tata usaha. Semua saling mendukung, sehingga kinerja BBPOM Mataram bisa terus ditingkatkan. Predikat WBBM bukan hanya target, tetapi bentuk komitmen kami menjaga integritas dan memberikan layanan publik terbaik untuk masyarakat NTB,” ungkap Yosef.
Menurutnya, langkah menuju WBBM sejalan dengan visi BPOM pusat untuk menghadirkan good and clean governance, bebas dari praktik KKN, sekaligus memberikan pelayanan yang cepat, transparan, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Selain pengawasan obat dan makanan, BBPOM Mataram juga aktif melakukan patroli siber, untuk memantau penjualan produk ilegal secara online, serta edukasi masyarakat agar lebih cerdas memilih produk yang aman dan terdaftar. Hingga Agustus 2025, tercatat lebih dari 8.000 item produk ilegal berhasil diungkap, mayoritas berasal dari kategori kosmetik dan obat tradisional.
Yosef menambahkan, penguatan kolaborasi menjadi kunci utama. BBPOM Mataram bekerja sama dengan pemerintah daerah, akademisi, komunitas, pelaku usaha, hingga media, untuk memastikan masyarakat terlindungi dari produk berbahaya.
“BBPOM bukan Superman. Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan semua pihak, termasuk media, sangat penting agar pesan keamanan pangan dan obat bisa menjangkau masyarakat luas,” tegasnya.
Dengan semangat inovasi, BBPOM Mataram kini memiliki 21 inovasi unggulan, termasuk layanan pendampingan UMKM agar produk lokal dapat bersaing di pasar nasional maupun internasional. Upaya itu juga mendukung pariwisata NTB, khususnya dalam menghadapi event besar seperti MotoGP Mandalika 2025, dengan memastikan kuliner khas daerah aman dan layak konsumsi.(rf)










