Daerah  

Imigrasi Mataram Bentuk Desa Binaan dan Perkuat Sinergi TIMPORA di Lombok Barat

Gatanews.id|Narmada – Dalam upaya memperkuat pengawasan keberadaan orang asing di wilayahnya, Rabu (30/7/2025), Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram menggelar Rapat Koordinasi TIMPORA tingkat Kabupaten Lombok Barat, yang dirangkai dengan peluncuran Desa Binaan Imigrasi. Acara itu berlangsung hangat di Restoran D’Golong, Desa Golong, Kecamatan Narmada.

Rakor tersebut tak hanya dihadiri jajaran Imigrasi, tapi juga diwarnai kehadiran perwakilan TNI, Polri, Kejaksaan, para camat se-Lombok Barat, hingga instansi lintas sektor lainnya. Semua kompak hadir untuk satu tujuan, memperkuat kolaborasi dalam pengawasan orang asing.

Acara dibuka Kepala Kesbangpol Lombok Barat, Burhanudin, yang mengapresiasi langkah inovatif Imigrasi Mataram membentuk Desa Binaan, sebagai pusat edukasi dan pemantauan keimigrasian. Dua desa yang ditunjuk menjadi pilot project, Desa Golong dan Desa Dasan Tereng.

Penyerahan SK pembentukan desa binaan dilakukan langsung Kepala Kantor Imigrasi Mataram, Mirza Akbar, kepada para kepala desa. Dalam sambutannya, Mirza menekankan pentingnya peran desa dalam memperkuat pemahaman masyarakat, soal aturan keimigrasian dan pencegahan kejahatan seperti TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) dan penyelundupan manusia.

“Desa Golong dan Dasan Tereng dipilih karena posisinya strategis, dan banyak warganya yang menjadi pekerja migran. Dengan membentuk desa binaan, kami ingin masyarakat lebih siap dan paham akan hak dan prosedur keimigrasian sebelum merantau,” jelasnya.

Acara itu juga diisi dengan sesi diskusi interaktif yang dipandu Iqbal Rifai, Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian. Narasumber utama, Kepala Bidang Penegakan Hukum dan Kepatuhan Internal Kanwil Direktorat Jenderal Imigrasi NTB, Mochamad Akbar Adinugroho, turut memberikan wawasan terkait hukum dan penegakan aturan keimigrasian di lapangan.

Mirza Akbar menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial. “Kami akan terus dampingi desa binaan ini, lewat program berkelanjutan seperti sosialisasi, pendataan, hingga koordinasi antarlembaga. Harapannya, desa bisa jadi garda terdepan dalam pengawasan orang asing,” katanya.

Dengan kolaborasi yang kuat melalui TIMPORA dan kehadiran desa binaan, Imigrasi Mataram berharap dapat membangun sistem pengawasan yang lebih menyentuh akar rumput, inklusif, dan tentunya melibatkan masyarakat sebagai bagian penting dari sistem tersebut.(djr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *