Daerah  

Polres Lotara Galakkan Budaya Literasi Lewat Program Membaca 2 Lembar Sehari

Gatanews.id|Lotara – Ada semangat baru yang digelorakan Polres Lombok Utara! Kali ini bukan soal penangkapan atau pengamanan, tapi tentang membangun budaya membaca lewat program unggulan bertajuk “Membaca 2 Lembar Sehari”.

Program ini menjadi bagian dari gerakan “Polri Belajar” yang digaungkan Mabes Polri, sebagai upaya nyata meningkatkan kualitas sumber daya manusia, yang tak hanya kuat fisik tapi juga tajam pemikiran.

Inisiatif ini lahir dari tangan dingin Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Henny Agus Purwanta, bersama Kabag SDM AKP Agus Rachman, S.H., M.I.Kom. Mereka ingin agar membaca bukan sekadar hobi, tapi menjadi budaya yang mengakar.

Peluncuran program berlangsung di Lapangan Apel Tatag Trawang Tungga Polres Lombok Utara, dengan kehadiran Kapolres AKBP Agus Purwanta, S.I.K., para tamu undangan dari Pemda, unsur TNI, tenaga pendidik, mahasiswa KKN dari UNS, hingga para anggota Bhayangkari dan personel Polres Lotara.

Dalam sambutannya, Kapolres Lotara mengajak semua pihak, untuk melihat membaca sebagai kebutuhan.

“Kalau kita konsisten membaca dua lembar buku setiap hari, dalam sebulan bisa selesai satu buku. Setahun? Bisa puluhan buku, artinya puluhan cara pandang baru yang kita pelajari,” ujar AKBP Agus penuh semangat.

Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan teknologi. Buku digital kini makin mudah diakses, jadi tak ada alasan lagi untuk tidak membaca.

“Daripada baca konten game yang tidak mendidik, lebih baik buka e-book. Gadget bukan cuma buat hiburan, tapi juga bisa jadi jendela ilmu,” tandasnya.

Menariknya, sebagian besar buku yang dipamerkan dalam kegiatan ini, buku karya istri Kapolres Lotara sendiri, Ny. Henny Agus Purwanta, yang juga dikenal sebagai dosen dan akuntan profesional. Dimana sampai saat ini, Ny. Henny telah menerbitkan 20 judul buku bertema akuntansi, keuangan, dan pajak.

Dalam sambutannya, Ny. Henny menyuarakan keprihatinannya terhadap rendahnya minat baca, terutama di kalangan anak muda.

“Literasi di Indonesia baru 0,001 persen. Di Lombok Utara, cuma 3 persen. Kita harus lakukan sesuatu,” ungkapnya.

Ia menekankan jika kebiasaan membaca harus dimulai dari diri sendiri. “Seorang profesor pun tetap baca setiap hari, meski hanya sebentar. Jadi yang kita butuhkan bukan sekadar seremoni, tapi komitmen. Komitmen membaca, untuk diri sendiri, untuk keluarga, dan untuk masa depan,” sebutnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perpustakaan Daerah Lombok Utara juga menyambut baik inisiatif itu. Ia mengingatkan jika membaca menjadi perintah pertama dalam ajaran Islam.

“Program ini bukan program biasa. Ini panggilan spiritual dan sosial. Mari kita dukung agar SDM Lombok Utara makin unggul,” katanya.

Sebagai penanda keseriusan, seluruh peserta kegiatan ikut membubuhkan tanda tangan komitmen bersama, untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari.

Program “Membaca 2 Lembar Sehari” diharapkan bukan hanya menjadi budaya di internal Polres Lotara, tapi juga dapat menjalar ke keluarga dan masyarakat. Terutama bagi generasi muda, agar tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, kritis, dan penuh empati.(djr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *