Pembelajaran Bermakna Tim STEM Ki Hajar: Dari Lomba STEM Nasional hingga Babak Final

Gatanews.id//Bone Bone, Luwu Utara//14/09/2024

Perjalanan panjang Tim STEM Kihajar UPT SD Negeri 211 Bone Bone dalam Lomba STEM Nasional bukan sekadar tentang prestasi, tetapi juga tentang pembelajaran bermakna yang mereka dapatkan selama mengikuti kompetisi ini. Bagi anggota tim, Andi Kanza Izzah Ghassani Sofyan, Destya Syaura Erdianti, dan Gariela Merici Romon, setiap tahapan lomba memberikan pengalaman berharga yang melampaui sekadar memenangkan medali.

 

Di bawah bimbingan Saripuddin Sapiri, S.Pd.SD, ketiga siswa ini belajar banyak hal yang tidak hanya memperkaya pengetahuan mereka di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), tetapi juga membentuk karakter dan keterampilan hidup yang akan bermanfaat di masa depan. Saripuddin, yang dengan cermat memilih anggota tim, mengutamakan kolaborasi dan empati sebagai bagian dari strategi sukses. “Kami belajar bagaimana menghargai perbedaan dan bekerja sama dalam menghadapi tantangan. Semua ini membuat kami lebih matang, baik sebagai siswa maupun individu,” ujar Andi Kanza, salah satu anggota tim.

 

Setiap proses yang dilalui, mulai dari seleksi, penyusunan proposal, hingga pembuatan prototipe, memberikan wawasan baru bagi para siswa. Mereka belajar mengidentifikasi masalah, merancang solusi, dan mengimplementasikannya dengan pendekatan STEM. Proses ini melatih keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kerja sama tim, yang merupakan keterampilan esensial di abad 21.

“Kompetisi ini bukan hanya tentang pengetahuan STEM, tetapi juga tentang bagaimana kami bisa terus belajar dari kesalahan, memperbaiki diri, dan berinovasi,” ujar Destya Syaura. Di setiap tahap, mereka tidak hanya diuji dari segi teknis, tetapi juga dihadapkan pada tantangan untuk berpikir out-of-the-box. Inilah yang memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam dan berkelanjutan.

 

Tidak hanya itu, perjalanan menuju final juga melibatkan pengembangan soft skills. Melalui bimbingan personal dari Saripuddin, mereka belajar tentang manajemen waktu, komunikasi yang efektif, dan kemampuan presentasi. Hal ini terlihat jelas ketika mereka harus mempresentasikan prototipe dan inovasi yang mereka buat di hadapan dewan juri. “Kami belajar bahwa cara kita menyampaikan ide sama pentingnya dengan ide itu sendiri. Ini adalah keterampilan yang sangat berharga,” tambah Gariela Merici.

 

Keberhasilan mereka di ajang nasional menjadi bukti bahwa siswa-siswi dari daerah mampu bersaing di level tertinggi ketika dibekali dengan pembelajaran yang bermakna. Kepala Sekolah UPT SD Negeri 211 Bone Bone, Nurlaelah Hamzah, S.Pd, menegaskan bahwa prestasi ini lahir dari proses belajar yang tidak hanya berfokus pada hasil, tetapi juga perjalanan. “Tim ini tidak hanya membawa kebanggaan, tetapi juga menunjukkan bahwa pendidikan yang bermakna akan melahirkan generasi yang tangguh dan inovatif,” ujarnya.

 

Dari perjalanan panjang ini, Tim STEM Kihajar membawa pulang lebih dari sekadar penghargaan. Mereka membawa bekal ilmu, keterampilan, dan pengalaman berharga yang akan menjadi fondasi kuat bagi masa depan mereka. Ini adalah bukti nyata bahwa pembelajaran yang bermakna dan komprehensif mampu mengantarkan siswa menuju kesuksesan di kancah nasional.

Editor: Hajar Aswad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *