Gatanews.id, Lombok Barat | Destinasi Wisata Senggigi kian terpuruk sejak beberapa tahun terakhir. Padahal sejak tahun 1990-an sampai awal 2018 lalu.
Destinasi Wisata Senggigi menjadi salah satu “jualan yang seksi” bagi Nusa Tenggara Barat, khususnya Kabupaten Lombok Barat.
Namun sejak gempa bumi 2018 lalu kemudian pandemi Covid-19 melanda, Destinasi Wisata Senggigi seakan mulai terpendam.
Terlebih pemerintah pusat dan pemerintah daerah lebih condong menjual destinasi wisata baru bernama The Mandalika dengan Sirkuit bertaraf internasional yang dimilikinya.
“Mestinya jika memang sudah memiliki destinasi wisata prioritas dan baru, destinasi wisata yang lain jangan dia dianaktirikan. Harusnya Senggigi jadi destinasi wisata yang di maintenance secara berkelanjutan,” ujar salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Batulayar, Hasan SE.
Begitu halnya yang diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Pariwisata Halal Indonesia (APII), TGH Fauzan Zakaria Amin. Baginya, Senggigi saat ini menjadi destinasi yang terabaikan akibat konsep pembangunan yang tidak terintegrasi dan tidak adanya Grand design kepariwisataan.
Sebab pemerintah saat ini condong memprioritaskan keberadaan KEK Mandalika sebagai destinasi super prioritas nasional.
“Grand design pembangunan kepariwisataan Nusa Tenggara Barat amat sangat penting disepakati semua pihak. Membangun satu destinasi baru tidak boleh menjadikan kita abai terhadap destinasi yang sudah ready sebelumnya seperti Senggigi,” katanya.
Menurutnya, investasi di Senggigi dan sekitarnya terlalu besar. Sehingga jika dikelola dengan benar, pasti akan melahirkan omzet yang sangat besar bagi pemerintah desa (Pemdes), maupun pemerintah daerah (Pemda).
“Dulu Senggigi ini destinasi bintang lima sekarang nyungsep menjadi kaki lima. Penyebab utamanya karena stakeholder, terutama pemerintah gagal merawatnya,” cetus mantan Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB itu.
Kepala Desa Senggigi, Mastur, SE pun mengakui Destinasi Senggigi mulai meredup beberapa tahun terakhir.
Dari itu dirinya berkomitmen dengan segala terobosan dan gagasan yang dimilikinya, Senggigi akan kembali berjaya di masa yang akan datang.
Dikatakan Ketua DPD Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) NTB ini,
Sumber Daya Alam di Senggigi sudah sangat lengkap.
Sehingga selayaknya Senggigi harus mendapatkan perhatian serius oleh pemerintah.
“Kita punya laut, pantai, hingga hutan. Makanya kita membuat suatu jargon yang bernama one destination for all,” cetusnya.
Sebelumnya kata Mastur, Senggigi hanya mengandalkan destinasi pantai. Sedangkan laut dan hutannya tidak digarap secara maksimal.
Dari itu dirinya kini tengah mempersiapkan beberapa terobosan baru, seperti menciptakan destinasi baru.
“Kita kini sudah miliki Taman Wisata Alam Kerandangan. Di sana ada satwa langka dan pohon langka. Ada juga kita siapkan tempat camping ground. Semoga dengan beberapa terobosan kita ke depan Senggigi kembali berjaya seperti beberapa tahun sebelumnya,” harapnya. (*)












