Binkam  

Hadiri Undangan HMI, TGF: Umat Tidak Boleh Alergi Politik

Gatanews.id, Lombok Timur | TGH Fauzan Zakaria Amin atau yang kerap disapa TGF menghadiri undangan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Selong dalam acara Intermediate Training (LK II) tingkat Nasional, Senin (28/08/2023).

 

Kegiatan yang dilaksanakan di Ponpes Buaq Ate Kembang Mate, Lombok Timur ini, TGF menyampaikan materi dengan tema ‘Strategi dan Taktik Mempertahankan Budaya Islam Dalam Membumikan Al-Qur’an Sebagai Prinsip-Prinsip Berbangsa’.

 

Dalam pemaparannya, TGF mengulas strategi dakwah Rasulullah pada fase Madinah, agar dapat ditiru dan di modifikasi dalam menerapkan prinsip Islam dalam kehidupan bernegara.

 

“Saat Rasulullah di Makkah, beliau berdakwah secara sembunyi-sembunyi dan lebih banyak pendekatan personal. Namun ketika di Madinah, pergerakan beliau lebih terang dari matahari di siang hari, penyebaran nilai nilai kebaikan menjadi sangat efektif karena di dukung oleh sistem kekuasaan yang maksimal, maka dalam waktu yang sangat singkat pengaruh Islam berjaya hingga menguasai jazirah Arab, sebagian Afrika bahkan sebagian Eropa,” kata TGF.

 

“Dari dulu hingga sekarang tidak terbantahkan bahwa Segenggam kekuasaan jauh lebih efektif untuk melakukan perbaikan dibandingkan segudang kepintaran,” lanjutnya dengan nada berapi-api.

 

Selain itu, Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar NTB itu menambahkan bahwa tidak semua hukum dalam islam itu dapat diterapkan di Indonesia secara leterlek namun beberapa hukum dibutuhkan penyesuaian dan harus melalui proses legislasi yang konstitusional.

 

Untuk itulah Umat islam tidak boleh alergi dengan politik karena hanya dengan itulah berbagai posisi strategis dapat di optimalkan untuk melahirkan berbagai kebijakan yang berdasarkan pada prinsip prinsip kebenaran dan keadilan.

 

“Secara konvensional kita sudah ikhtiar maksimal untuk membumikan nilai nilai Al-Qur’an ditengah masyarakat, namun itu tdak cukup, kita perlu menambah great perjuangan kita dalam membumikan nilai nilai mulia itu scara sistematis melalui lembaga negara, menjadikan nya sebagai aturan dalam kehidupan berbangsa,itulah kesolihan kolektif,sistematis dan konstitusional,” ujarnya.

 

“Hal tersebut dapat di lakukan dengan menempatkan wakil-wakil terbaik kita di legislatif maupun eksekutif, Umat harus semangat berjuang dan tidak boleh terprovokasi untuk alergi dengan politik” ajaknya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *