Gatanews.id, Mataram | Polda NTB telah melaksanakan Operasi Patuh Rinjani 2023 selama 14 hari dimulai dari tanggal 10 Juli sampai 23 Juli 2023.
Untuk mengetahui capaian dari kegiatan yang dilaksanakan tersebut, maka dilakukan Analisa dan Evaluasi (Anev), Senin (31/07/2023).
Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda NTB Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin mengatakan satuan tugas (Satgas) 1 Pre-emtif telah melaksanakan kegiatan penerangan dan penyuluhan yang di lakukan oleh Polda NTB beserta Polres/ta jajaran.
“Jika dibandingkan dengan tahun 2022 maka hasil yang diperoleh dari Ops Patuh Rinjani 2023 terjadi peningkatan dibeberapa bagian,” ucap Arman.
“Secara keseluruhan Ops Patuh Rinjani 2023 Polda NTB pada kegiatan penerangan dan penyuluhan mengalami meningkat sebesar 4 persen dari tahun 2022,” lanjutnya.
Dibagian penyebaran dan pemasangan imbauan keselamatan pada Ops Patuh Rinjani 2023 mengalami penurunan sebanyak 3 persen dari tahun 2023, antara lain pemasangan spanduk naik 3 persen, Penyebaran brosur menurun 11 persen, penyebaran stiker naik 6 persen dan pemasangan Baliho naik 186 persen.
“Sehingga total Kegiatan Satgas 1 Pre-emtif mencapai 23.867,” katanya.
Untuk kegiatan Ops Patuh Rinjani 2023 Satgas 2 Preventif Polda NTB dengan total kegiatan sebanyak 12.547 kali.
Sementara Data terkait Pelanggaran Lalu Lintas selama Ops Patuh Rinjani 2023 mengalami peningkatan sebanyak 128 persen dari tahun 2022 lalu.
Kemudian pada tilang non elektrolit naik hingga 847 persen, kemudian teguran naik sampai 59 persen dan penindakan Etle sebanyak 398 persen yang tervalidasi.
Menurut data Polda NTB pada Pelanggaran Lalu Lintas dengan Tilang Elektronik dan Non-elektronik dengan total pelanggaran Lalu Lintas selama Ops Patuh Rinjani 2023 di seluruh wilayah hukum Polda NTB mencapai 6.735 Tilang Non-elektronik, 398 tilang Electronik dan 11.978 teguran.
Sementara itu Data yang diperoleh terkait kecelakaan lalu lintas selama Ops Patuh Rinjani 2023 berlangsung mengalami peningkatan sebesar 33% dimana Kasus Laka Lantas dengan korban meninggal dunia menurun 36 persen, korban luka berat menurun 36 persen dan korban luka ringan meningkat 46 persen.
“Kedepannya dalam rangka meminimalisir kasus laka lantas di seluruh wilayah hukum Polda NTB kita berharap melalui Ops Patuh Rinjani ini berbagai upaya akan ditingkatkan,” tutup Kabid Humas Polda NTB. (gii)












