Binkam  

Presiden Jokowi Sumbang Sapi Qurban Seberat 1,04 Ton untuk Pulau Lombok

Gatanews.id, Mataram | Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyumbang sapi seberat 1.040 kg bagi masyarakat di pulau Lombok untuk hari raya Idul Adha 1444 Hijriyah.

 

Sapi ini dibeli dari peternak di Gangga Lombok Utara dengan harga Rp 135 juta. Nantinya sapi Qurban ini akan dipotong di daerah Lombok Barat.

 

“Sapi qurban Presiden Jokowi dipilih dari Lombok Utara. Satu ekor itu beratnya 1 ton lebih, itu diserahkan ke Masjid Desa Ombe Rerot Timur, Desa Ombe Baru, Kecamatan Kediri, Lombok Barat,” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disanakeswan) NTB Muhammad Riadi, Rabu (14/06).

 

Sapi qurban yang dibeli dari peternak bernama Niyatip warga Dusun Karang Kates, Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Lombok Utara, dengan jenis sapi Simental Cross Limosin. Sapi limosin dengan harga fantastis ini berusia 5 tahun 3 bulan, panjangnya 2 meter dan tingginya 1,6 meter.

 

Sebelum diberikan ke panitia qurban, sapi milik Presiden ini diberikan perawatan khusus agat tetap sehat. Nantinya daging sapi bantuan dari Jokowi akan dibagikan di Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriyah ke masyarakat.

 

“Sudah ditetapkan timnya, cek kesehatan sudah, pemeriksaan sudah, negosiasi harga juga sudah. Insyaallah itu yang dipilih,” terangnya.

 

Dimana sapi ini dipilih setelah dilakukan seleksi dari 8 sapi yang direkomendasikan untuk disumbangkan pada hari raya Idul Adha. Sapi-sapi yang direkomendasikan pun bobotnya berkisaran 800 kg sampai 1 ton dari peternak di Pulau Lombok. Tetapi hanya 1 ekor terpilih untuk disumbangkan kepada masyarakat di Lombok.

 

“Cuma satu ekor dan itu di pulau Lombok saja,” katanya.

 

Disisi lain, untuk hewan qurban berupa kambing dan sapi di NTB pada hari Raya Idul Adha dipastikan cukup. Saat ini tinggal dilakukan pemerikasaan kesehatan kepada hewan-hewan yang akan dijual oleh para pedagang atau peternak.

 

“Sudah kita bersurat ke Undikma, dan untuk tim Pemantauan Hewan Qurban sudah kita bentuk. Di samping dari Disnakeswan, timnya juga dari Undikma,” ucapnya.

 

Nantinya fungsi tim tersebut memantau kesehatan hewan qurban yang akan dipotong dan memastikan hewan qurban sehat.

 

Apalagi kondisinya saat ini untuk kasus Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) di NTB sudah melandai, tidak seperti tahun sebelumnya. Akibatnya permintaan hewan qurban menurun saat itu.

 

“Kasus PMK sudah landai. Tidak ada lagi infeksi baru. Vaksin sudah kita siapkan, in sya allah hewan kurban aman. Kalau untuk kuota kurban tidak ada, kita hanya pemantauan hewan kurban saja,” jelasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *