GATANEWS.ID | Aliansi Mahasiswa Lombok Tengah melakukan Aksi Masa ke Kantor DPRD Loteng dan Kantor Bupati Loteng, 25/8/2022.
Aksi ini merupakan bentuk tindak lanjut aliansi Mahasiswa Loteng dari hasil kegiatan Hearing Aliansi Mahasiswa Loteng pada hari Selasa, 16 Agustus 2022 yang lalu, dimana dalam kegiatan Hearing tersebut BPKAD dan Bappeda tidak berani berjanji menganggarkan pembangunan Ulang Asrama Mahasiswa Loteng.
Aksi tadi pagi berjalan dengan lancar, dan aksi pertama dilakukan ke kantor DPRD Loteng. Legewarman selaku Komisi 4 DPRD Loteng langsung menemui masa aksi dan menyampaikan bahwa memang BPKAD dan DPRD sudah berjanji pada tahun 2021 untuk menganggarkan pembangunan ulang Asrama mahasiswa Loteng yang di Mataram namun karena terkendala devisit anggaran maka rencana tersebut urung dianggarkan. Lanjut, Legewarman menyampaikan terkait tuntutan Aliansi Mahasiswa Loteng DPRD sangat mendukung apa yang menjadi Aspirasi Mahasiswa Loteng “kami sangat mendukung untuk dibangun kembali dan kami akan kawal, sekarang tinggal bupati mau atau tidaknya menganggarkan, kalau bupati sudah katakan untuk dianggarkan maka tidak ada alasan bagi kami untuk menolaknya karena kami sudah tahu persis kondisi asrama mahasiswa loteng ini yang sangat memperhatikan” ujarnya.
Setelah tuntutan aksi ditanda tangani oleh Komisi 4 DPRD Aliansi Mahasiswa Loteng beranjak ke kantor Bupati Loteng.
Setelah sampai di kantor Bupati, Aliansi Mahasiswa Loteng sedikit dibuat kesal karena ketidak mauan pihak Pemda untuk menemui massa aksi. Satu jam lebih masa aksi menunggu Pemda Loteng untuk menemui masa aksi dan hampir masa aksi memboikot kantor Bupati Loteng. Setelah bernegosiasi cukup lama akhirnya Sekda Loteng datang menemui masa aksi. Masa aksipun diterima di halaman kantor bupati Loteng. Dalam penyampaian tuntutan nya Kordum Aliansi Mahasiswa Loteng Radian Hasan menyampaikan bahwa apa yang menjadi tuntutannya adalah merupakan bentuk keresahan dan keprihatinan dari ketidak pedulian Pemda Loteng terkait pendidikan generasi muda Loteng khususnya mahasiswa.
Lanjut, Radian menyampaikan bahwa tuntutannya yang pertama adalah supaya Asrama Mahasiswa Loteng bisa dibangun ulang karena kondisinya saat ini sudah memprihatinkan dan sudah tidak layak huni sehingga Pemda Loteng sudah sewajarnya peduli terhadap kondisi Asrama Mahasiswa Loteng. “Kami meminta Pemda Loteng untuk sepakat dengan Aliansi Mahasiswa Loteng dan Pemda Loteng berkomitmen untuk memprioritaskan Asrama mahasiswa Loteng yang di Mataram untuk dianggarkan pada APBD perubahan tahun 2022 atau paling telat pada APBD Murni tahun 2023″ ujarnya.
Kemudian terkait tuntutan yang kedua dari aliansi Mahasiswa Loteng adalah supaya Pemda Loteng memiliki regulasi dan kebijakan serta inovasi dalam upaya memberikan bantuan Biaya pendidikan/beasiswa bagi mahasiswa berprestasi ataupun kurang mampu dari Loteng.
Sekda Loteng L. Firmansyah dalam responnya terhadap tuntutan Aliansi Mahasiswa Loteng terutama terhadap tuntutan yang pertama beliau hanya bisa berjanji untuk melakukan survei tekhnis dan akan meminta PUPR untuk melakukan survei namun ia tidak berani berjanji apakah setelah dilakukan survei akan ada kebijakan untuk Asrama Mahasiswa Loteng ini dianggarkan atau tidak.
” Kami akan melakukan Survei tekhnis namun saya tidak akan menandatangani tuntutan Aliansi mahasiswa Loteng karena kami belum bisa pastikan untuk dianggarkan pada tahun 2022,2023 atau 2024,” pungkasnya.
Bahkan setelah negosiasi yang alot dengan Aliansi Mahasiswa Loteng Sekda Loteng pergi meninggalkan masa aksi.
Korlap 1 Jodi Setiawan sangat menyangkan sikap dari Sekda Loteng yang walk-out/pergi meninggalkan masa aksi begitu saja tanpa ada keputusan yang jelas. “Kami sangat sayangkan atas sikap Pemda Loteng yang Walk-out tanpa ada keputusan dan sikap serta dukungannya pada tuntutan Aliansi” ujarnya.
Radian Hasan selaku Kordum Aliansi Mahasiswa Loteng menyatakan bahwa Pemda Loteng benar benar tidak peduli dan tidak ingin memprioritaskan untuk pembangunan Ulang Asrama Mahasiswa Loteng padahal dari DPRD Sudah sepakat dan tinggal di eksekutif mau tidak untuk diusulkan anggarannya ke DPRD.
“Ini tinggal di eksekutif mau atau tidak menganggarkan pembangunan Ulang Asrama Mahasiswa Loteng, di DPRD sudah clear dan mereka siap mengawal dan mendukung namun di eksekutif ini yang memang tidak memprioritaskan Asrama Mahasiswa Loteng untuk dianggarkan” ujarnya.
“Kami tekankan sekali lagi kami akan datang kembali dengan masa Aliansi Mahasiswa Loteng untuk tetap menuntut dan mengawal pembangunan ulang Asrama Mahasiswa Loteng,” tutupnya.












