Daerah  

Kawal Program MBG, Forkopimcam Gunungsari Perkuat Sinergi dengan SPPG

Gatanews.id|Lombok Barat – Kapolsek Gunungsari AKP Imron Rosyadi, S.H. menegaskan kesiapan jajarannya, mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Komitmen itu disampaikan, Kamis (15/10/2026), saat rapat koordinasi mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), bersama Forkopimcam Gunungsari di Desa Ranjok.

“Polsek Gunungsari mendukung penuh Program MBG dan siap memberikan pengawalan 24 jam. Kami ingin program ini berjalan lancar, aman, serta memberi manfaat bagi masyarakat,” kata AKP Rosyadi.

Rakor berlangsung pukul 14.00 hingga 17.00 Wita di kediaman Ketua Yayasan Jari Mulia Barakah, sekaligus pengelola SPPG Ranjok, Ari Purwantini. Pertemuan dihadiri Camat Gunungsari H. Zulkipli, S.Kep., M.M., Danramil Gunungsari Kapten Inf Hamdan, S.Adm., Koordinator MBG Agus Salim, serta para mitra SPPG dan SPPI.

“Kami perlu menyamakan persepsi, memetakan kebutuhan di lapangan, serta memperkuat koordinasi agar pelaksanaan MBG berjalan tertib. Setiap persoalan sebaiknya dibicarakan melalui jalur koordinasi resmi,” ujar AKP Rosyadi.

AKP Rosyadi juga mengingatkan seluruh mitra, relawan, dan masyarakat agar menjaga keamanan lingkungan dapur, serta tidak mudah terpancing isu provokatif atau informasi yang belum terverifikasi. Ia menegaskan, masyarakat tetap memiliki ruang menyampaikan aspirasi sesuai ketentuan hukum.

“Silakan menyampaikan aspirasi melalui cara yang sesuai aturan. Kami siap mengawal agar kegiatan berlangsung tertib. Jika membutuhkan bantuan kepolisian atau menemukan gangguan kamtibmas, masyarakat dapat menghubungi Call Center Polri 110,” tandasnya.

Dalam rakor tersebut, Camat Gunungsari H. Zulkipli menyoroti pentingnya pemerataan lokasi SPPG, agar distribusi makanan lebih efisien. Ia juga meminta setiap penyerahan makanan disertai berita acara sebagai bukti administrasi, sekaligus memperjelas tanggung jawab masing-masing pihak.

“Makanan yang terindikasi rusak atau basi harus segera ditarik dan tidak boleh dipaksakan untuk dibagikan. Area dapur juga wajib steril serta tidak boleh dimasuki pihak luar tanpa izin,” tegas Zulkipli.

Sementara itu, Danramil Gunungsari Kapten Inf Hamdan menyampaikan, pengawasan rutin terhadap dapur SPPG terus dilakukan untuk menjaga kualitas serta higienitas pangan. Menurutnya, terdapat 14 unit SPPG yang telah beroperasi, sementara 4-5 unit lainnya masih dalam tahap persiapan.

“Pengawasan perlu berjalan rutin agar standar kebersihan dan kualitas makanan tetap terjaga. Kami ingin seluruh dapur menjalankan tugas sesuai ketentuan,” ucap Kapten Hamdan.

Sedangkan Koordinator MBG Kecamatan Gunungsari, Agus Salim, memaparkan sebaran titik SPPG di wilayahnya. Ia juga meminta bimbingan serta pengawalan Forkopimcam, agar berbagai tantangan dalam pelaksanaan program dapat ditangani melalui koordinasi bersama.

“Kami berharap komunikasi antara koordinator, mitra SPPG, SPPI, serta unsur Forkopimcam semakin kuat. Dengan begitu, kendala di lapangan bisa segera dibahas dan dicarikan solusi,” ungkap Agus.

Dalam pertemuan tersebut, mitra SPPG Ari Purwantini dan Ahmad Ali Asga turut menyampaikan sejumlah tantangan internal maupun eksternal. Mereka mengusulkan pelatihan keamanan dapur, pembentukan grup koordinasi di bawah Camat, serta sosialisasi kepada masyarakat mengenai alokasi anggaran operasional.

“Kami berharap ada ruang koordinasi yang jelas, termasuk pelatihan keamanan dapur dan sosialisasi kepada masyarakat. Langkah ini penting agar pelaksanaan program lebih dipahami dan berjalan baik,” tutur Purwantini.(djr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *