Daerah  

53 Personel Polsek Narmada Dikerahkan Simulasikan Pengamanan Demo

Gatanews.id|Lombok Barat – Sebanyak 53 personel Polsek Narmada mengikuti simulasi Sistem Pengamanan Markas Komando (Sispam Mako) di Mapolsek Narmada, Senin (7/9/2026) pukul 09.00 Wita. Latihan ini mensimulasikan penanganan aksi unjuk rasa hingga proses mediasi.

Simulasi dipimpin langsung Kapolsek Narmada AKP I Kadek Ariawan, S.H. Skenario dibuat taktis, humanis dan persuasif dengan melibatkan sejumlah fungsi kepolisian.

Dalam skenario, personel intel lebih dulu melaporkan rencana aksi menuju Mapolsek Narmada. Laporan tersebut diteruskan kepada Kapolsek, yang kemudian memerintahkan Wakapolsek mengaktifkan panggilan luar biasa (PLB) bagi seluruh personel.

Personel selanjutnya ditempatkan di sejumlah titik vital, seperti ruang senjata api, ruang tahanan, ruang barang bukti, ruang pimpinan, kediaman pimpinan serta sisi lain Mako.

Kapolsek Narmada AKP I Kadek Ariawan mengatakan, latihan tersebut penting untuk menyamakan langkah personel saat menghadapi situasi darurat, termasuk aksi massa.

“Simulasi ini menjadi pedoman bagi personel dalam menghadapi aksi unjuk rasa, dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis, persuasif dan menghormati hak masyarakat menyampaikan pendapat,” katanya.

Dalam simulasi, massa awalnya berkumpul di Lapangan Umum Narmada. Personel intel mencoba melakukan pendekatan agar massa menyampaikan aspirasi secara tertib. Namun massa tetap bergerak menuju Mapolsek Narmada.

Unit lalu lintas terlihat mengamankan rute pergerakan massa, sementara Unit Reskrim memantau potensi provokasi pihak ketiga. Unit Samapta turut mengawal massa menggunakan kendaraan patroli 6.02, hingga tiba di depan Mapolsek Narmada.

Setibanya massa di depan Mako, personel Dalmas Awal menutup dan mengamankan akses gerbang. Unit Binmas kemudian melakukan negosiasi dan mengimbau massa menyampaikan aspirasi secara tertib.

Skenario berlanjut saat massa mencoba mendorong gerbang. Personel Dalmas Awal menahan massa, sementara Unit Binmas, Intel dan Provos kembali membuka ruang negosiasi.

“Kami ingin personel siap menghadapi setiap kemungkinan, tanpa mengedepankan tindakan represif. Komunikasi dan negosiasi tetap menjadi langkah utama untuk meredam eskalasi,” ujarnya.

Dari hasil negosiasi, perwakilan massa akhirnya sepakat menemui Kapolsek di ruang aula mediasi. Setelah mendapat penjelasan dari Kapolsek dan pejabat terkait, massa memahami situasi lalu membubarkan diri.

Simulasi selesai dalam kondisi aman dan lancar. Latihan tersebut sekaligus menguji kesiapan personel dalam melindungi Mako, keselamatan masyarakat, serta mencegah potensi kericuhan saat menghadapi aksi massa.(djr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *