Daerah  

Imigrasi Mataram Ajak Insan Pers Perkuat Sinergi Hadapi Tantangan Informasi

Gatanews|Mataram – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram memperkuat kolaborasi dengan insan pers, melalui sosialisasi peranan media dalam peningkatan penyebaran informasi keimigrasian. Kegiatan berlangsung di Acibara Coffee, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 76, Kota Mataram, Senin (15/6/2026).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram Mirza Akbar hadir bersama Kasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, serta sejumlah kepala seksi. Dari kalangan media tampak Pemred NTB Satu, Sekretaris SMSI NTB, Kabiro Tribunnews NTB, Kabiro Time Indonesia NTB, serta sebelas perwakilan media lainnya.

Mirza Akbar menegaskan, keberhasilan penyampaian informasi keimigrasian kepada masyarakat, tidak lepas dari dukungan media massa.

“Penyebaran informasi keimigrasian kepada publik sangat bergantung pada peran media. Karena itu, kami ingin terus membangun komunikasi dan kolaborasi yang baik bersama rekan-rekan jurnalis,” kata Mirza.

Selain sosialisasi, forum tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang diskusi terbuka. Berbagai isu dibahas mulai dari penguatan sinergi, strategi komunikasi publik, hingga langkah yang perlu ditempuh saat muncul pemberitaan yang tidak sesuai fakta.

“Kami terbuka terhadap masukan. Komunikasi yang baik, akan membantu setiap persoalan informasi dapat disikapi secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Dalam sesi pemaparan, Kasi Tikim Gunawan Kuntoro menyampaikan gambaran umum, serta perkembangan terbaru Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram. Beragam inovasi layanan dan peningkatan kualitas pelayanan publik, turut menjadi perhatian peserta diskusi.

Suasana diskusi berlangsung hangat dan cair. Berbagai pandangan mengalir tanpa sekat. Kabiro Tribunnews.com NTB Sirtu Pilaili, memberikan masukan terkait penerapan hak jawab dan hak koreksi dalam pemberitaan.

Sementara itu, Pemred NTB Satu Haris Makhtul berbagi pandangan terkait mekanisme penyelesaian sengketa pers, serta pentingnya komunikasi antarlembaga dan media saat terjadi perbedaan informasi.

Diskusi berakhir sekitar pukul 13.30 Wita. Selain membahas keterbukaan informasi publik, forum juga mengulas kemudahan layanan keimigrasian, serta meninjau kembali sejumlah kasus deportasi warga negara asing yang sempat menjadi perhatian publik.

“Kami berharap sinergi ini terus terjaga, sehingga informasi keimigrasian bisa tersampaikan secara akurat, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutup Mirza Akbar.(djr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *